Friday, July 31, 2015

I did it!

Setiap akhir tahun, saya selalu membuat wish list.. tidak tertulis dan tidak banyak memang, paling hanya 2-3 wish yang selalu saya inginkan..

Hampir tiap tahun list tersebut berganti karena biasanya sudah bisa tercapai berjalannya waktu, namun sudah hampir 10 tahun, wish ini selalu ada dan belum ganti ganti..

Bersyukur pada akhirnya bisa mencoret hal ini dari Wish List saya di tahun 2016.. yeaayyy!!
#IdidIt #paris




Friday, April 17, 2015

The Arts Cafe by Raffles Jakarta

Udah ada yang tau Raffles hotel yang terkenal di Singapore udah buka di Jakarta? ciaaahhhh.. kemane aje belom tau? hahaha.. Lokasinya di komplek Ciputra World 1 Jakarta di Jl. Prof Satrio. Memang belum di launching sih, saat ini masih soft launching aja sambil tunggu semuanya bener-bener ready katanya.

Hotel dengan nuansa art yang kental dari maestro Hendra Gunawan yang sangat identik dengan project-project buatan Pak Ciputra sangat terasa di hotel ini, mulai dari Lobby sampai ke setiap ruangannya. Kalau nginep di hotelnya sih mungkin bakal coba lain kali deh (mahal soalnya...) tapi kalau cobain resto yang ada di dalemnya sih bisa kita kalukan SEKARANG!!!

The Arts Cafe, adalah resto all day dinningnya.. tempatnya gak terlalu besar karena mungkin disesuaikan dengan jumlah kamar mereka yang juga gak terlalu banyak. Namun interiornya sangat memanjakan mata.. garis-garis lengkung dengan nuansa seni yang kental menjadikan resto ini sangat nyaman.

Interior The Arts Caffe

Kali ini saya mencoba buffetnya. Waktu saya keliling, ternyata stal buffet yang disediakan tidak terlalu banyak, hanya ada 3 section yaitu appetizer (salad bar, cheese, dan apetizer lainnya), main course buffet (nasi dan teman-temannya) dan satu section desserts. Namun ternyata yang agak menyenangkan adalah Cheff nya akan masak dari open kitchen nya untuk dihidangkan. Jadi konsepnya semi fine dinning tapi juga ada buffetnya juga.

Kalau menu buffetnya udah biasa yaa.. saya kali ini akan share menu-menu yang dimasak langsung oleh Cheffnya ...

 Chili Crab Bun
Ini Chili Crab yag terkenal di Singapore, namun di bentuk dengan cara yang tidak biasa. Kepitingnya di masukan kedalam roti berwarna hitam yang crispy di luarnya namun lembut di dalamnya, saus chilinya dengan rasa pedas yang pas sangat melengkapi semuanya... duhhhh makanan pertama aja udah enakkkkk bangett...

Salmon Skin Crackers
Nah kalau yang ini sebenarnya side dish.. kerupuk tapi dibuat dari kulit salmon. Kulit salmonnya tipis bangett tapi teksturnya masih keliatan jadi cantikkk.. pas di makan kriuk kerupuknya dapet bangetttt... yang ini nambah 2x :)

Salmon En Croute Deconstructed
Salmon En Crute deconstructed ini tentunya dari segi bentuk beda dengan yang biasa tapi soal rasa masih dapet sama. bedanya yang ini gak pake puff pastry tapi telanjang.. hehehe... enakkkk!!! pengen minta lagi tapi masih nunggu menu berikutnya...

Risotto 
Risotto dengan ukuran kecil yang luarnya renyahhh dengan nasi yang lembut didalam..

Fried Chicken with mashed potato
Yang ini paling biasa aja sih menurut saya.. ayam goreng pake tepung plus nashed potato.. cuman mashed potatonya enak creamy nya pas.

Cheesy Scalop
Nahh kalau yang ini scalop dimasak pake cheese dan pasta.. enakkkk tapi sedikit terlalu asin :) hahah


Nahh kalau belum kenyang dari menu-menu yang disajikan sang cheff baru deh mulai bertualang di buffet yang lainnya...

Appetizer dari food stall

Dessert dari food stall

Traditional dessert dari food stall
In My opinion... dengan harga yang hampir mirip dengan restoran buffet yang lain,.. The Arts Cafe ini bisa menjadi pilihian untuk menikmati restoran hotel dengan kualitas yang baik..


Michelin Star Dim Sum, Tim Ho Wan

Mereka sangat bangga dengan predikat sebagai penerima Michelin Star. Ya iyalaaaahhh.. Jadi satu- satunya resto dimsum dengan predikat Michelin, dan jadi restoran Michelin Star paling murah, siapa yang gak bangga :)

Pertama kali coba Tim Ho Wan di Plaza Singapura. dengan antrian yang sama konyolnya dengan antrian SPBU kalau besok mau naik harga.. hehehe.. tapi perjuangan antriannya terbayar kok dengan kualitas makanannya. 

Tim Ho Wan Jakarta sudah buka di Ruko Crown Golf yang berada satu komplek dengan Sumoboo, Bornga dan Ikkudo Ramen. Namanya Ruko, tentunya tempatnya gak terlalu luas ya apalagi di tambah space untuk mengantisipasi antrian yang panjaaaangggg... Sistem antrian mereka langsung kayak di Dufan, jadi gak bisa tuh ambil nomer dulu trus ditinggl jalan-jalan :) hehe.. Saya datang hari sabtu jam 5 sore, dan kursi antriannya udah penuhhh, tapi rasanya dari ujung antrian sampai saya mendapatkan meja tidak lebih dari 30 menit sih kemarin.

Pas dateng lagi hari minggu jam 10.30 pagi antriannya sudah sampai ke lantai 3. Padahal restonya baru buka jam 11 siang. Alhasil hari minggu itu saya harus tunggu sampai 1.5 jam baru bisa masuk dan makan. 

Tips :
- kalau mau makan kesini usahakan orangnya kelipatan 3, soalnya hampir semua menu isinya 3 pcs setiap porsi.. hehehe.. #tipspentingbanget
- Usahain datengnya di weekday aja biar gak terlalu ngantri
- Kalau dateng di weekend siap-siap ngantrinya bisa 1.5 jam sendiri.
- Restonya buka jam 11 pagi, Tapi jam 10 mereka sudah open untuk antrian. Jika antrian penuh di lantai bawah, antrian akan dialihin ke lantai 3. Ruangannya nyaman dengan tempat duduk sih jadi walaupun antri lama tgak akan kepanasan.
- Kalau bisa makan disini jangan kebanyakan ngobrol (foto-foto dikit sih boleh) soalnya kasian sama yang antri di luar..
hehehehe..



in My Opinion.... THIS IS THE BEST DIM SUM EVER in INDONESIA !!!! The Baked Bun with BBQ Pork nya is going to HEAVEN!!! hahahahahahaha...



Kursi antrian di lantai 3


Baked Bun with BBQ Pork - THEEE BESSSSTTTTTTTT!!! -43.8K

Lumpia Kulit Tahu Babi &  Udang -33.8K

Hakau Isi Udang - 43.8K  & Lo Mai Kai 

Hakau isi Bayam dan Udang 26.8K

Cheong Fun isi babi BBQ - 37.8K

Siomay Babi isi Udang - 38.8K
Rice with Chicken & Mushroom

Bolu Kukus - 28.8K

Tim Paikut dengan Saus Tausi - 29.8K

Kue Lobak Goreng - 31.8K

Pangsit Goreng Udang dengan Saus Wasabi - 43.8K

Dari Medan ke Jakarta, Babura Dimsum & Steamboat!

Pertama kali mencoba Babura Dimsum di tempat aslinya di Medan, rasanya selalu kebayang-bayang enaknya. Favorit saya kwetiaw goreng polos yang rasanya menakjubkan selain dimsum-dimsum lainnya yang rasanya juga istimewa.

Begitu mendengar Babura sudah buka Cabang di Jakarta, tenunya saya merasa senaaaanggggg... hehe.. Lokasinya di PIK di tempat semua makanan berkumpul menjadi satu. Tempatnya di The Centro Metro Broadway, ruko yang masih baru sih, bahkan sebelah-sebelahnya aja masih pada kosong. Walaupun tempatnya baru, cuma sayang banget Babura ini agak jorok deh, meja nya berminyak mungkin bekas orang yang belum di lap, padahal saat saya dateng kondisinya kosong, cuma ada 1 meja yang terisi.

Saya pesan beberapa dimsum dan tentunya kwetiaw goreng polosnya.
Kwetiaw polos

Steam Pai Kut

Pork Belly

Cong Fan 

Carrot Cake 

Shrimp Ball

Oke,... in my opinion... kwetiaw polosnya enak cuma agak mengecewakan dibandingkan dengan yang saya coba di medan, yang disini lebih kering dan kurang berasa mantap.. Untuk dimsum yang lain menurut saya bisa masuk dalam kategori one of the top 5 di Jakarta. Tapi kalau boleh jujur jauh lebih enak makan di tempat aslinya di Medan..

Untuk harga masih reasonable, sesuai dengan kualitasnya

Saturday, March 21, 2015

Jogoya Buffet Restaurant

Ini salah satu resto buffet yang menurut saya enak, lengkap dan berkualitas. Letaknya di Starhill bukit bintang yang merupakan mall dengan toko-toko "mahal". Untuk harga sebenernya lumayan mahal ya.. sekitar 120RM atau sekitar 420ribu rupiah sudah termasuk pajak, sekelas buffet di hotel-hotel bintang 5 kalau di Jakarta. Tapi kualitas makanannya sih bisa dibilang luar biasa.. Abalon, lobster, udang, beef, seafood dengan ukuran besar tersedia. Sushi dan sashimi dengan pilihan cukup lengkap. Ice cream nya juga Hagen Daaz dan Natural New Zealand. Belum lagi wine free flow, kelapa batok, juice, coffee, tea, sampai air putih juga bisa dinikmati sepuasnya.
Ada beberapa makanan yang cuma bisa diorder jika anda memiliki member khusus, tapi tanpa itupun saya rasa anda sudah bisa puas menikmati semua makanan yang tersedia.

Monday, January 26, 2015

Penang, Kota eksotis Malaysia yang menyimpan sejuta rasa.

Nuansa kota lama dengan gaya arsitektur peranakan
Tidak seperti Kuala Lumpur yang menawarkan kehidupan metropolitan Malaysia, Penang nampaknya menawarkan keindahan yang berbeda. Kota kecil yang jauh dari hingar bingar kehidupan perkotaan yang menawarkan keindahan arsitektur lama khas Tiongkok, makanan melayu, seni jalanan dan tidak lupa pelayanan rumah sakit yang berkualitas.

Berwisata ke Penang tidak memerlukan biaya yang banyak. Penerbangan dengan harga yang murah, pilihan hotel beragam sesuai dengan budget, juga makanan yang murah. Sebenarnya pariwisata penang terbagi menjadi beberapa kawasan sesuai dengan tujuan wisatanya yaitu George Town sebagai pusat kota, Gurney Drive yang dipenuhi hotel pinggir pantai dan Batu Ferringhi yang menawarkan nuansa resort.
Dari airport menuju pusat kota, tidak banyak pilihan transportasi yang bisa digunakan selain taxi tanpa argo. Sementara dipusat kotanya, kita bisa menggunakan bus umum yang dikelola oleh Rapid Penang. Jika ingin berkeliling kota, menyewa mobil dengan supir mungkin bisa dijadikan alternatif daripada harus naik taxi tanpa argo setiap kali berkeliling kota.

Salah satu detail arsitektur Kelenteng yang penuh dengan ukiran cantik
Pusat perbelanjaan atau Mall di Penang sebenarnya cukup banyak, namun jika dibandingkan mall di Jakarta, rasanya mall disana masih jauh tertinggal. Jadi jika berkunjung ke Penang, mall boleh dijadikan pilihan terakhir tujuan wisata anda.

Memanjakan Mata

Mengitari kawasan George Town, kita akan dimanjakan dengan kehidupan khas kota kecil. Bangunan-bangunan ruko dengan design masa lampau masih dapat dinikmati dan dijaga dengan baik. Tidak heran seluruh kota Penang masuk dalam warisan Heritage dunia. Jalan-jalan di kawasan Georgetown kita akan dengan mudah menemukan mural atau lukisan-lukisan seni yang digambar ditembok-tembok rumah. Ada puluhan gambar yang bisa dinikmati disepanjang lorong-lorong jalanan.  Siang hari kawasan ini sangat ramai dengan pengunjung yang akan berfoto, jika sempat berjalanlah dimalam hari untuk menemukan nuansa yang berbeda.



Kho Khong Xi Temple
Beberapa kelenteng besar juga bisa dikunjungi, jika anda tidak beribadah disana, cukup nikmati aristektur dengan detail-detail yang menakjubkan, serta nuansa tempat ibadah yang magis. Kek Lok Si Temple adalah yang terbesar di Penang, puluhan patung-patung Buddha, Kwan Im serta para dewa dari kepercayaan Buddha dan Kong Hu Chu ada disini. Yang luar biasa adalah detail dan ukiran kelenteng yang terbuat dari batu dengan bentuk gambar-gambar yang menarik. Selain itu, Kho Khong Xi Temple yang berada di pusat kota Georgetown juga boleh dikunjungi. Tidak terlalu besar namun menyimpan cerita yang bisa dinikmati di museum yang ada didalamnya.
Kek Lok Shi Temple

Selain kelenteng, gereja St Geogre, benteng Fort Cornwallis juga menarik untuk dikunjungi. Sebenarnya pusat atraksi Penang adalah Penang Hill. Kawasan diatas pegunungan seperti Victoria Park di Hongkong. Untuk menuju kesana kita harus menaiki tram dengan kecuraman gunung yang mencapai 45 derajat. Diatas penang hill kita bisa melihat seluruh kota Penang. Namun sesungguhnya tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan disini selain berfoto.


St George Church
Ada satu tempat lain yang juga menyimpan cerita dan keindahan arsitektur peranakan Tionghoa yaitu Penang Peranakan Mansion. Suatu bangunan rumah yangd ijadikan museum ini menyimpan banyak sekali cerita dan tentunya barang-barang ukiran, furniture yang layak dinikmati. Sayangnya untuk masuk kesini, dipasang tariff yang lumayan mahal yaitu sekitar 20RM atau sekitar 70 ribu rupiah.

 Kuliner yang memuaskan
Suatu keharusan dari wisata adalah menikmati makanan khas di sana. Penang sebenarnya menawarkan kuliner yang tidak jauh beda dari Malaysia, namun jika ditanya mengenai rasa Penang merupakan yang terbaik. Kuliner melayu peranakan, Chinese food, dan jajajanan di sepanjang jalannya. Yang harus diingat adalah banyak kuliner di Penang yang mengandung babi seperti nasi campur, bakut, char kwetiaw namun pilihan makanan halal juga banyak tersedia disini seperti nasi kandar, nasi lemak, laksa dan sebagainya.

Kuliner sangat khas Penang adalah Ais Kachang & Chendul.  Yang terkenal adalah Theochew Chendul yang berada di dekat KOMTAR (Komplek Tun Abdul Razak) yang merupakan pusat stasiun bus di Penang. Kios di pinggir jalan ini selealu dipenuhi antrian orang yang ingin menikmati sajian segar ais chendul dan ais kachang. Harganya relatif murah, satu mangkok nya di bandrol 2,5 RM atau sekitar 9000 rupiah saja. Isinya banyak bahkan sampai tumpah melebihi mangkoknya. Buat saya ini adalah makanan yang sangat saya rindukan sampai sekarang.

Ais Kachang
Selain itu, sempatkan mencicipi Lok-lok atau biasakita kenal di Indonesia sebagai celup-celup. Sajian seafood, sayuran, bakso yang ditusuk bambu seperti satai ini tinggal dicelupkan ke air mendidih yang disiapkan ditiap meja. Untuk menikmatinya bisa menggunakan sambal kacang yang disediakan. Harganya per buahnya mengikuti warna dari setiap tusuknya, tentunya harga seafood lebih mahal dibanding harga sayuran.

Tempat makan di Penang sebenarnya banyak sekali pilihan, restoran-restoran disepanjang jalan besar dan kecil menjamur untuk dipilih. Jangan lupa hawker-hawker yang mulai buka dimalam hari pun bisa menjadi pilihan menarik. Di Gurney Drive misalnya, kawasan di sepanjang bibir pantai ini layaknya pantai Kuta di Bali, restoran seafood berjejer menyita perhatian, bahkan disini juga ada restoran seafood yang bernama “Bali Hai”. Diujung jalannya, hawker Gurney Drive juga menyediakan banyak sekali pilihan menu yang kapasitasnya jauh lebih besar dari kapasitas perut kita.

Diluar kita mengenal Penang sebagai tempat yang memiliki banyak rumah sakit berkualitas dengan harga yang terjangkau, rasanya kota ini bisa dijadikan pilihan jika ingin berwisata singkat dan memenuhi hasrat kuliner yang nikmat.

 
Lok-Lok