Tuesday, July 8, 2014

Beautiful Istanbul

Kota yang berada diantara dua benua Asia dan Eropa ini memberikan perjalanan sejarah dan arsitektur yang menawan. Tidak hanya penting dalam peran perdagangan di jalur sutra, namun kini Istanbul juga menjelma menjadi salah satu dari 10 kota pariwisata yang wajib dikunjungi.

Salah satu jalan kecil yang menarik di Istanbul

Tiba pada pukul 7 pagi di Istanbul Ataturk International Airport, saya disambut dengan dinginnya udara yang menyentuh 12 derajat celcius.  Istanbul, kota terbesar di negara Turki yang  merupakan salah satu kota penting di dunia, tidak hanya maju di bidang ekonomi, namun juga sarat akan kekeayaan budaya dan sejarahnya. Pusat ekonomi Istanbul terletak di benua Eropa, sementara sebagian besar penduduknya tinggal di Benua Asia. Sebagai kota lintas benua, Istanbul dilintasi oleh Selat Bosporus yang merupakan salah satu perairan tersibuk di dunia, diantara Laut Marmara dan Laut Hitam.

Walaupun ibukota negara Turki ini terletak di Ankara, namun Istanbul memang lebih dikenal di dunia. Dikenal sebagai Ibu Kota Budaya Eropa, tak heran pada  tahun 2010 saja sebanyak tujuh juta wisatawan mancanegara berkunjung untuk mengagumi keindahan kota ini.

Lepas dari cerita panjang sejarah Istanbul yang dulu dikenal sebagai Konstantinopel, kota ini sempat menjadi ibu kota dari empat kekaisaran yaitu kekaisaran Romawi, Kekaisaran Romawi Timur, Kekaisaran latin dan Kekaisaran Utsmaniyah. Tak heran banyak peninggalan cerita sejarah, bangunan dengan arsitektur menarik bisa di saksikan di kota cantik ini.

 

Perjalanan Arsitektur dan Sejarah

Banyak tempat yang bisa dikunjungi di Istanbul bagi pecinta Arsitektur dan Sejarah, sebut saja Hagia Sophia, Blue Mosque, Topkopi Palace, Basilica Cistern dan Hippodrome. Masing-masing tempat dengan keindahan dan ceritanya yang menarik. Bahkan separuh dari pusat sejarah dan bangunan yang berada di Istanbul ini masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
Sudut kota Istanbul

 

Menyebut Istanbul, saya menyebutnya sebagai kota seribu menara, banyak bangunan Masjid dan Gereja yang memiliki menara tinggi sebagai bagian dari fungsi dan arsitekturnya. Blue Mosque, adalah Masjid terbesar di Istanbul dengan total 6 buah menara disekelilingnya. Aslinya dikenal sebagai Masjid Sultan Ahmed, namun karena interiornya mengambil nuansa keramik berwarna biru, maka wisatawan mengenalnya sebagai Blue Mosque.

Blue Moqsue

Sudut cantik Blue Mosque
Masjid dengan kemegahan arsitektur yang luar biasa, walaupun sudah menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang dapat dimasuki oleh umum, namun umat Muslim tetap dapat menjalankan ibadah di tempat ini. Masjid ini juga akan ditutup untuk wisatawan pada hari Jumat untuk kepentingan ibadah.
Berhadapan dengan Blue Mosque, tak kalah megah berdiri Hagia Sophia atau Aya Sofya dalam Bahasa Turki. Sebuah museum dengan design arsitektur romawi dengan bentuk kubah nan megah, dahulunya pernah menjadi Gereja dan Masjid. Dibangun sebagai gereja oleh Konstatius pada abad ke 14, Hagia Sophia kemudian berubah fungsi menjadi Masjid setelah Turki ditaklukan oleh Sultan Mahmed. Ciri-ciri Gereja kemudian dihilangkan dengan cara ditutupi, kemudian di modifikasi dan disesuaikan agar menjadi sebuah Masjid dengan penambahan ornament kaligrafi , mihrab dan mimbar.
Hagia Sofya

Interior Hagya Sofia

Interior Hagya Sofia
Demi menjaga toleransi antar kedua umat beragama yang pernah beribadah di Hagia Sophia, pada jaman pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk, Hagia Sophia diubah fungsikan menjadi museum. Ornamen Gereja yang sempat ditutup kemudian sedikit demi sedikit dikembalikan lapisan yang sempat menutupi mozaik berwarna keemasan itu mulai di kerok untuk memapilkan keindahan aslinya. Saat ini, di dalam Hagia Sophia kita bisa menyaksikan keindahan arsitektur, detail mozaik yang menawan, gambar-gambar Yesus dan Maria, dan juga ornamen kaligrafi Muslim.

Tak jauh dari Hagia Sophia dan Blue Mosque, jangan lupa untuk mampir ke Istana Topkapi. Istana besar dan luas dengan taman-taman hijau yang asri ini dulunya digunakan sebagai tempat tinggal kerajaan dan acara-acara kenegaraan. Komples Istana ini terdiri dari empat bagian utama dimana pada masing masing bagian terdapat beberapa bangunan kecil.
Topkapi Palace

Topkapi Palace
 

Saat ini Topkapi Palace juga sudah dijadikan museum yang memiliki peninggalan-peninggalan penting di dalamnya. Ada empat bagian museum didalam Topkapi Palace ini, yang pertama menampilkan koleksi pakaian raja dan kaisar yang menampilkan pakaian asli jaman kekaisaran dahulu. Museum yang kedua menampilkan koleksi perhiasan emas dan permata, bahkan disini terdapat berlian dengan karat terbesar di dunia yaitu 84 karat. Museum yang ketiga menampilkan peralatan perang yang digunakan seperti tombak, golok, pedang, panah, jubah perang, bahkan beberapa diantaranya sudah berkarat dan memiliki bercak yang menambah rasa ngeri ketika kita melihatnya.
Museum keempat merupakan museum yang menurut saya paling penting, yaitu museum yang menampilkan koleksi-koleksi penting bagi umat Muslim. Didalam museum ini kita bisa melihat beberapa peninggalan Nabi seperti jubah, pedang, sorban, rambut dan peninggalan lainnya. Didalam museum ini juga diperdengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilafalkan langsung secara bergiliran selama 24 jam.

Dolmabache Palace
Topkapi Palace tidak digunakan lagi ketika pada akhir abad ke 17, Sultan lebih suka menghabiskan waktunya di Istana Dolmabache yang lebih modern di samping selat Bosphorus.
Selain situs sejarah tadi, Galata Tower juga merupakan salah satu tempat wajib untuk dikunjungi. Menara yang menjulang dengan bentuk atap kerucut ini terbuat dari batu. Terlhat dari selat Bosporus dan menjadi salah satu landmark kota Istanbul. Dengan tinggi 66 meter, panorama kota Istanbul dapat terlihat dari puncaknya.

 
Galata Tower


Berbelanja di Istanbul

Berbelanja di Istanbul menjadi salah satu kegiatan yang mengasikkan. Ada beberapa tempat wajib dikunjungi yaitu Grand Bazaar, Spice Bazaar, Istiklal Street dan kawasan disekitar Galata Tower. Dua tempat pertama merupakan pusat belanja oleh-oleh yang berada dalam satu bangunan tertutup. Grand bazaar sendiri memiliki ribuan kios yang banyak menjual berbagai souvenir seperti kaos, perhiasan, kerajinan kulit, karpet, syal dan barang-barang menarik lainnya. Sementara Spice bazzar yang lebih kecil di khususkan sebagai pusat belanja oleh-oleh makanan seperti Turkish Delight yang merupakan makanan manis khas Turki, kacang-kacangan, manisan buah, teh dan bumbu-bumbu rempah khas Turki.

Grand Bazaar
Menawar merupakan salah satu hal wajib dilakukan ketika berbelanja disini. Walaupun rata-rata penjual disana kurang begitu ramah, namun jangan ragu untuk menawar ½ sampai 1/3 harga yang diberikan. Berhati-hati dengan dompet dan barang berharga tetap diperlukan disini apalagi dikala pasar ramai dengan wisatawan.

Kestane, kacang panggang khas Turki

Di dalam Grand Bazaar

Pusat barang cantik
Selain dua tempat tadi, Taksim Square dan  Istiklal Street juga merupakan tempat  yang akan menjadi surga bagi pecinta belanja. Disepanjang jalan ini, berjejer toko dengan berbagai merek internasional. Restoran pun tidak sulit ditemukan disini. Jangan lupa untuk mencicipi Kebab khas Turki yang berjejer di bagian depan jalan ini, dan tentunya Ice Cream khas Turki yang juga mudah ditemukan.

Simit, roti khas Turki

Turkis Delight

Dalam Spice Bazaar

Souvenir cantik asli Turki
Istiklal Street merupakan tempat paling “hip” bagi kaum muda Istanbul untuk berkumpul dan bersosialisasi. Banyak atraksi pengamen jalanan yang menampilkan performance menarik untuk disaksikan selain bisa mengamati kehidupan kaum muda urban Istanbul.

Tram, Istiklal Street

No comments:

Post a Comment