Monday, July 21, 2014

Dari Rebutan Kursi menjadi Red Karpet pesawat VIP!


“naik pesawat kok kayak naik bis.. berebutan kursi!”  
Siapapun yang pernah naik Airasia di awal kemunculannya pasti pernah merasakan “cibiran” itu. Ya, itulah pengalaman awal saya menggunakan penerbangan Airasia. Datang lebih awal ke bandara, kemudian langsung antri di depan pintu boarding demi mendapatkan kursi yang diinginkan.

Pengalaman terbang pertama kali saya bukan menggunakan Airasia, namun penerbangan kedua dan 90% penerbangan saya yang lainnya selalu setia menggunakan Airasia. Entah menggunakan tiket promo yang harus saya beli enam sampai satu tahun sebelumnya, maupun penerbangan mendadak di hari yang sama.
Pengalaman pertama saya travellingbackpacker ke luar negri sendiri adalah ketika saya memutuskan untuk  mengunjungi Shenzhen, Hongkong dan Macau di tahun 2009. Kami berhasil mencari dan mendapatkan tiket promo gratis dengan rute Jakarta – Kuala Lumpur, Kuala Lumpur – Shenzhen, Macau – Kuala Lumpur, Kuala Lumpur – Jakarta. Perjalanan yang panjang dan melelahkan, namun sangat sebanding dengan harga yang saya dapatkan.

Setelah perjalanan itu, hubungan saya dengan Airasia semakin dekat, seperti hubungan percintaan yang ada rasa kangen jika tidak bertemu lama. Hobby saya travelling seperti didukung oleh kekasih tercinta, kekasih yang selalu setia menemani perjalanan saya. Kekasih yang bisa membuat saya senang, mengobati rasa bosan saya dipekerjaan dengan mengirim saya ketempat-tempat baru yang menarik.  
Semakin lama, saya akui perjalanan bersama Airasia semakin menyenangkan, mulai dari bisa memilih kursi, hot seat, pre-booked meals, layanan VIP seperti red carpet, sampai web check-in yang sangat membantu “travelers tanpa bagasi” seperti saya menghindari antrian di bandara. Yang paling membuat saya senang adalah dari sekian puluh kali perjalanan saya mungkin hanya 1 sampai 2 kali saja yang mengalami delay diatas 1 jam. Mungkin saya beruntung? Ahh saya rasa memang managemen Airasia yang selalu berusaha memperbaiki diri.

Ketika Airasia Indonesia memutuskan untuk menggunakan terminal 3 di Bandara Soekarno Hatta, saya sempat ragu dan khawatir apakah terminal ini akan menjadi seperti airport rasa terminal bus seperti LCCT di Malaysia, namun setelah membuktikannya, saya malah sekarang jauuhhh lebih menyukai terminal 3 ini dibandingkan terminal 1 dan 2.
Dibalik kenangan baik, tentu ada pengalaman kurang menyenangkan bersama Airasia, pengalaman ini sejujurnya saya akui lebih banyak berhubungan dengan mood para pramugara dan pramugarinya. Biasanya saya paling sebal kalau dilayani dengan setengah hati, senyum yang kecut dan bahkan dilayani dengan tidak ramah pada saat kita memerlukan bantuan. Kalau kata anak-anak jaman sekarang sih “Mungkin mereka lelah..”  he he he..  

 Bersama Airasia saya bisa mengunjungi dan mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan seumur hidup saya ketika mengunjungi Kuala Lumpur, Singapura, Ho Chi Minh City, Shenzhen, Macau, Hongkong, Batam, Bali, Medan.  Yang belum dan ingin sekali saya coba adalah penerbangan jarak jauh dengan menggunakan Airasia-X, semoga dalam waktu dekat bisa terwujud.
Saya berharap hubungan saya dengan Airasia bisa langgeng sampai nanti saya beranak cucu, sehingga keluarga saya nanti juga bisa merasakan apa yang saya alami dengan mengunjungi tempat-tempat indah lain di seluruh dunia.

Teman-teman dekat, keluarga dan rekan-rekan kantor saya sudah tahu hubungan dekat saya dengan Airasia, sebegitu dekatnya sampai pernah suatu ketika saya bercanda dikantor “ Kok gaji saya gak pernah lama ada tabungan ya?”  teman kantor saya langsung berceloteh “ Coba cek saldonya di Airasia.com!!”.

Ditahun ini saya masih punya “tabungan” di Airasia yaitu perjalanan ke Penang di bulan October untuk perjalanan wisata kuliner, dan kembali ke Bali di bulan Desember untuk liburan Natal dan merayakan Tahun Baru.. yeaaayyy!!

Tuesday, July 8, 2014

Beautiful Istanbul

Kota yang berada diantara dua benua Asia dan Eropa ini memberikan perjalanan sejarah dan arsitektur yang menawan. Tidak hanya penting dalam peran perdagangan di jalur sutra, namun kini Istanbul juga menjelma menjadi salah satu dari 10 kota pariwisata yang wajib dikunjungi.

Salah satu jalan kecil yang menarik di Istanbul

Tiba pada pukul 7 pagi di Istanbul Ataturk International Airport, saya disambut dengan dinginnya udara yang menyentuh 12 derajat celcius.  Istanbul, kota terbesar di negara Turki yang  merupakan salah satu kota penting di dunia, tidak hanya maju di bidang ekonomi, namun juga sarat akan kekeayaan budaya dan sejarahnya. Pusat ekonomi Istanbul terletak di benua Eropa, sementara sebagian besar penduduknya tinggal di Benua Asia. Sebagai kota lintas benua, Istanbul dilintasi oleh Selat Bosporus yang merupakan salah satu perairan tersibuk di dunia, diantara Laut Marmara dan Laut Hitam.

Walaupun ibukota negara Turki ini terletak di Ankara, namun Istanbul memang lebih dikenal di dunia. Dikenal sebagai Ibu Kota Budaya Eropa, tak heran pada  tahun 2010 saja sebanyak tujuh juta wisatawan mancanegara berkunjung untuk mengagumi keindahan kota ini.

Lepas dari cerita panjang sejarah Istanbul yang dulu dikenal sebagai Konstantinopel, kota ini sempat menjadi ibu kota dari empat kekaisaran yaitu kekaisaran Romawi, Kekaisaran Romawi Timur, Kekaisaran latin dan Kekaisaran Utsmaniyah. Tak heran banyak peninggalan cerita sejarah, bangunan dengan arsitektur menarik bisa di saksikan di kota cantik ini.

 

Perjalanan Arsitektur dan Sejarah

Banyak tempat yang bisa dikunjungi di Istanbul bagi pecinta Arsitektur dan Sejarah, sebut saja Hagia Sophia, Blue Mosque, Topkopi Palace, Basilica Cistern dan Hippodrome. Masing-masing tempat dengan keindahan dan ceritanya yang menarik. Bahkan separuh dari pusat sejarah dan bangunan yang berada di Istanbul ini masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
Sudut kota Istanbul

 

Menyebut Istanbul, saya menyebutnya sebagai kota seribu menara, banyak bangunan Masjid dan Gereja yang memiliki menara tinggi sebagai bagian dari fungsi dan arsitekturnya. Blue Mosque, adalah Masjid terbesar di Istanbul dengan total 6 buah menara disekelilingnya. Aslinya dikenal sebagai Masjid Sultan Ahmed, namun karena interiornya mengambil nuansa keramik berwarna biru, maka wisatawan mengenalnya sebagai Blue Mosque.

Blue Moqsue

Sudut cantik Blue Mosque
Masjid dengan kemegahan arsitektur yang luar biasa, walaupun sudah menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang dapat dimasuki oleh umum, namun umat Muslim tetap dapat menjalankan ibadah di tempat ini. Masjid ini juga akan ditutup untuk wisatawan pada hari Jumat untuk kepentingan ibadah.
Berhadapan dengan Blue Mosque, tak kalah megah berdiri Hagia Sophia atau Aya Sofya dalam Bahasa Turki. Sebuah museum dengan design arsitektur romawi dengan bentuk kubah nan megah, dahulunya pernah menjadi Gereja dan Masjid. Dibangun sebagai gereja oleh Konstatius pada abad ke 14, Hagia Sophia kemudian berubah fungsi menjadi Masjid setelah Turki ditaklukan oleh Sultan Mahmed. Ciri-ciri Gereja kemudian dihilangkan dengan cara ditutupi, kemudian di modifikasi dan disesuaikan agar menjadi sebuah Masjid dengan penambahan ornament kaligrafi , mihrab dan mimbar.
Hagia Sofya

Interior Hagya Sofia

Interior Hagya Sofia
Demi menjaga toleransi antar kedua umat beragama yang pernah beribadah di Hagia Sophia, pada jaman pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk, Hagia Sophia diubah fungsikan menjadi museum. Ornamen Gereja yang sempat ditutup kemudian sedikit demi sedikit dikembalikan lapisan yang sempat menutupi mozaik berwarna keemasan itu mulai di kerok untuk memapilkan keindahan aslinya. Saat ini, di dalam Hagia Sophia kita bisa menyaksikan keindahan arsitektur, detail mozaik yang menawan, gambar-gambar Yesus dan Maria, dan juga ornamen kaligrafi Muslim.

Tak jauh dari Hagia Sophia dan Blue Mosque, jangan lupa untuk mampir ke Istana Topkapi. Istana besar dan luas dengan taman-taman hijau yang asri ini dulunya digunakan sebagai tempat tinggal kerajaan dan acara-acara kenegaraan. Komples Istana ini terdiri dari empat bagian utama dimana pada masing masing bagian terdapat beberapa bangunan kecil.
Topkapi Palace

Topkapi Palace
 

Saat ini Topkapi Palace juga sudah dijadikan museum yang memiliki peninggalan-peninggalan penting di dalamnya. Ada empat bagian museum didalam Topkapi Palace ini, yang pertama menampilkan koleksi pakaian raja dan kaisar yang menampilkan pakaian asli jaman kekaisaran dahulu. Museum yang kedua menampilkan koleksi perhiasan emas dan permata, bahkan disini terdapat berlian dengan karat terbesar di dunia yaitu 84 karat. Museum yang ketiga menampilkan peralatan perang yang digunakan seperti tombak, golok, pedang, panah, jubah perang, bahkan beberapa diantaranya sudah berkarat dan memiliki bercak yang menambah rasa ngeri ketika kita melihatnya.
Museum keempat merupakan museum yang menurut saya paling penting, yaitu museum yang menampilkan koleksi-koleksi penting bagi umat Muslim. Didalam museum ini kita bisa melihat beberapa peninggalan Nabi seperti jubah, pedang, sorban, rambut dan peninggalan lainnya. Didalam museum ini juga diperdengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilafalkan langsung secara bergiliran selama 24 jam.

Dolmabache Palace
Topkapi Palace tidak digunakan lagi ketika pada akhir abad ke 17, Sultan lebih suka menghabiskan waktunya di Istana Dolmabache yang lebih modern di samping selat Bosphorus.
Selain situs sejarah tadi, Galata Tower juga merupakan salah satu tempat wajib untuk dikunjungi. Menara yang menjulang dengan bentuk atap kerucut ini terbuat dari batu. Terlhat dari selat Bosporus dan menjadi salah satu landmark kota Istanbul. Dengan tinggi 66 meter, panorama kota Istanbul dapat terlihat dari puncaknya.

 
Galata Tower


Berbelanja di Istanbul

Berbelanja di Istanbul menjadi salah satu kegiatan yang mengasikkan. Ada beberapa tempat wajib dikunjungi yaitu Grand Bazaar, Spice Bazaar, Istiklal Street dan kawasan disekitar Galata Tower. Dua tempat pertama merupakan pusat belanja oleh-oleh yang berada dalam satu bangunan tertutup. Grand bazaar sendiri memiliki ribuan kios yang banyak menjual berbagai souvenir seperti kaos, perhiasan, kerajinan kulit, karpet, syal dan barang-barang menarik lainnya. Sementara Spice bazzar yang lebih kecil di khususkan sebagai pusat belanja oleh-oleh makanan seperti Turkish Delight yang merupakan makanan manis khas Turki, kacang-kacangan, manisan buah, teh dan bumbu-bumbu rempah khas Turki.

Grand Bazaar
Menawar merupakan salah satu hal wajib dilakukan ketika berbelanja disini. Walaupun rata-rata penjual disana kurang begitu ramah, namun jangan ragu untuk menawar ½ sampai 1/3 harga yang diberikan. Berhati-hati dengan dompet dan barang berharga tetap diperlukan disini apalagi dikala pasar ramai dengan wisatawan.

Kestane, kacang panggang khas Turki

Di dalam Grand Bazaar

Pusat barang cantik
Selain dua tempat tadi, Taksim Square dan  Istiklal Street juga merupakan tempat  yang akan menjadi surga bagi pecinta belanja. Disepanjang jalan ini, berjejer toko dengan berbagai merek internasional. Restoran pun tidak sulit ditemukan disini. Jangan lupa untuk mencicipi Kebab khas Turki yang berjejer di bagian depan jalan ini, dan tentunya Ice Cream khas Turki yang juga mudah ditemukan.

Simit, roti khas Turki

Turkis Delight

Dalam Spice Bazaar

Souvenir cantik asli Turki
Istiklal Street merupakan tempat paling “hip” bagi kaum muda Istanbul untuk berkumpul dan bersosialisasi. Banyak atraksi pengamen jalanan yang menampilkan performance menarik untuk disaksikan selain bisa mengamati kehidupan kaum muda urban Istanbul.

Tram, Istiklal Street

Friday, May 30, 2014

Membandingkan Dimsum MayStar (Central Park) dan MAD (Modern Asian Dinner - Lotte Shopping Avenue, Ciputra World 1 Jakarta)

Hmmmm.... rasanya dimsum merupakan salah satu makanan favorit saya all the time.. Ada restoran baru namanya MAD (Modern Asian Dinner) terletak di Lotte Shopping Avenue, Ciputra World 1 Jakarta. Secara keseluruhan, saya cukup  puas dengan kualitas dimsumnya. Saya akan coba membandingkan nya dengan favorit saya yang lain yaitu Dimsum di Maystar Central Park.

LUMPIA KULIT TAHU :
MAD WIN - isinya gak basa-basi.. kulitnya renyah dan gak alot. Kulit Maystar agak keras.


lumpia kulit tahu - MAD


Lumpia kulita tahu - Maystar
KAKI AYAM :
Maystar WIN - Bumbu lada hitamnya tidak terlalu menyengat, kaki ayamnya lebih empuk 

 
Kaki ayam - MAD
 BAPAU ISI TELUR ASIN
Maystar WIN - isinya beneran meleleh begitu bapao nya dibuka, rasanya seimbang antara manis dan asinnya.


Maystar


MAD

CHONG FAN
MAD WIN- Ukuran dan isi udangnya lebih besar-besar. Kuah kecapnyanya jauh lebih enak, walaupun kulitnya masih agak terlalu tebal.

Chong Fan - Maystar
HAKAW
Maystar WIN - kulitnya lebih tipis dengan isi yang cukup banyak dan rasa yang enak. kulit hakaw MAD lebih tebal.
Hakaw Maystar

Hakaw MAD

PANGSIT UDANG MAYONAISEMaystar WIN - kulitnya lebih crispy, isinya lebih bervariasi dan rasanya lebih enak.
Pangsit mayonaise maystar

Pangsit mayonaise MAD
SIOMAY
Maystar WIN - rasanya lebih enak. titik :)
Siomay MAD


Tapi diluar itu semua, MAD mempunya GONG nya sendiri yaitu BAKED BUN - roto yang dilapisi gula diluarnya, diisi dengan charsiew pork yang menyebabkan ras ayang luar biasa, antara manis dan asin.. YUMMMYYYY!!!!
Baked Bun - MAD

Kalau disuruh memilih, agak susah menentukan pemenangnya.. yang penting dua restoran ini ada dilokasi yang berbeda, jadi kalau sedang di daerah Jakarta barat.. pilihlah Maystar... nah kalau lagi di daerah Kuningan.. dateng aja ke MAD..

hehehe
happy eating

Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku - Ubud

Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku
Jalan Kayu Jati No.12, Ubud, Bali, Indonesia


Nasi ayam kedewatan ini sebenernya sudah banyak buka cabang, salah satunya di Seminyak di dekatnya Vin+ dan Motel Mexicola. Namun yang di ubud ini rasanya yang paling besar. Restoran khas Bali dengan tempat duduk berupa saung-saung terbuka. Porsinya cukup banyak untuk harga Rp. 30.000 per porsinya. Nasi ayam special itu nasinya dipisah dari sayurnya, kalau yang biasa sayur dan ayamnya langsung diletakan diatas nasinya.. gak ada bedanya kalau soal rasa :)

Rasanya enakkkk... nilai dari saya 9/10




Wednesday, February 26, 2014

Hotel Review - The Akmani Legian & Ibis Style Bali - Kuta Circle

THE AKMANI LEGIAN
Jalan Legian Raya 91, Legian, Bali 80361, Indonesia
 +62 361 300 9191


Hotel ini keliatan kecil dari tepi jalan, hanya 1 kavling di jalan legian, namun bentuk sebenarnya mengantong cukup besar ke dalam, bahkan bisa tembus ke jalan kecil dibelakangnya. Desig bangunan dan interiornya cukup menarik. Di lobby receptionist terdapat beberapa instalasi seni yang cukup menarik.

Walaupun terlihat kecil dari luar, namun hotel ini bisa dikatakan cukup lengkap dan sangat sesuai dengan harga yang ditawarkan. Fasilitas kolam renang yang cukup besar, gym dan children room juga tersedia. Di lantai atas terdapat kolam renang yang menyatu dengan bar. quite nice.

Servicennya baik dan ramah, kualitas kamar dan tempat tidur juga cukup baik. Oya, tersedia parkir di area basement, walaupun slot nya tidak banyak namun cukup lah untuk ukuran hotel di Legian area.

poin dari saya 8/10 (sesuai dengan bintang dan harganya)
















* Maaf dan sayang sekali, foto kamarnya malah terhapus :(



IBIS STYLES BALI - KUTA CIRCLE
JL By Pass Ngurah Rai
Simpang Siur No 99
Lingkungan Temacun
80362 - BALI



Hotel ini letaknya persis di belakang Galleria Mall. Sebenarnya tidak terlalu jauh dari kawasan pantai kuta dan legian, tapi memang bukan walking distance menuju pantai. Yang menarik dari hotel ini adalah mereka menyediakan kamar dengan tipe LOFT (2 lantai) yang bisa diisi oleh 4 orang (bahkan lebih mungkin). Konsep 2 lantai inni memungkinkan untuk keluarga dengan anak kecil yang tidak bisa tidur terpisah dari orang tuanya, atau untuk teman-teman yang lebih suka bersama-sama dalam 1 kamar. Harga nya juga relatif terjangkau, bahkan kalau untuk 4 orang terbilang murah.

Sarapan tersedia dengan pilihan yang cukup variatif, mulai dari telur, bacon, roti, coereal, nasi dan buah. Kopi dan teh juga tersedia, namun lucunya mereka tidak mnyediakan creamer (tips saya ambil saja susu yang disediakan untuk cereal)

Kolam renangnya tidak cukup besar, mungkin memang disediakan untuk anak-anak saja.

Buat saya kurangnya cuma 1. kamar mandinya terlalu transparan untuk ukuran kamar keluarga / kamar teman-teman.. karena saya kemarin menginap ber3 (2 pria 1 wanita) maka ketika teman wanita saya mau mandi atau buang air, 2 pria lainnya terpaksa harus kelantai atas.. sungguh mengganggu..

Poin : 8/10

Tampak hotel dari lobby reception
 
Twin bed di lantai bawah dengan open toilet

Tangga menuju ranjang di atas (LOFT)

Ranjang double bed di lantai atas

Kamar dengan ukuran yanng cukup luas + sofa

Kamar mandi walaupun menggunakan sunblast sticker tetap terbuka

Kolam renang


Sejauh ini , kedua hotel ini cukup bisa memuaskan saya, dan bisa direkomendasikan.