Monday, September 30, 2013

Belitong, Sang Negeri Laskar Pelangi

Gak banyak orang yang tau pulau Belitung sebelum tahun 2008. Andrea Hirata lah yang bisa dibilang menjadi pahlawan untuk pariwisata Belitung dengan buku dan film Laskar Pelangi yang begitu terkenal se Indonesia bahkan membawa Belitung ke tingkat dunia. Gak heran sekarang Belitung disebut sebagai “Negeri Laskar Pelangi”
Buku Laskar Pelangi dalam berbagai bahasa

Keinginan saya ke Belitung sebenernya udah lama, tapi selalu terhalang karena beberapa hal. Nah, kebetulan temen-temen kantor saya mau pergi juga, ya udah deh akhirnya memutuskan untuk pergi kesana.  Browsing-browsing dan tanya sana sini kayaknya lebih simple dan nyaman kalau ikut tour di banding backpackeran. Referensi dari temen akhirnya dapet tour yang katanya bagus. Namanya belitungtour.net dan emang hasilnya gak mengecewakan. Semuanya terorganisir dengan baik dengan servis yang oke (promosi dikit biar dikasih diskon kalau kesana lagi, hehehe)

Perjalanan singkat yang cuma 45 menit aja dari Jakarta sebenernya bisa jadi salah satu poin plus buat Belitung kalau memang niat mau menggarap pariwisatanya. Lebih cepet, lebih murah, dan pantainya lebih bagus dari Bali.. Sayangnya entah kenapa pemeritah daerahnya kayak males ngegarap.. mungkin karena sebenernya lebih menguntungkan kalau mereka kasih ijin buat penambangan timah.. (lebih menguntungkan jangka pendek buat para pejabatnya tentunya)

Airport H.A.S. Hanandjoeddin di Tanjung Pandan merupakan satu-satunya akses menuju Belitung. Jangan salah ya, karena Bangka dan Belitung memiliki airport masing-masing loh walaupun sering kali mereka “dipaketkan” bersama sebagai Bangka-Belitung (Babel). Airportnya kecil, tapi cukup bersih. Penerbangan kesini cukup banyak kalau dari Jakarta. Garuda Indonesia (1x penerbangan sehari), Sriwijaya Air (7x penerbangan sehari) sebenarnya cukup untuk menjangkau banyak wisatawan.

Untuk urusan makanan, Seafood menjadi salah satu makanan wajib dan banyak tersedia dibandingkan daging lain seperti ayam, sapi atau kambing. Gak heran sih karena mayoritas penduduknya banyak menjadi nelayan. Begitupun olahan seafood yang di kemas menjadi oleh-oleh seperti kemplang, kerupuk, terasi udang, abon ikan.  Walaupun begitu, katanya seafood dengan kualitas terbaik dari Belitung gak di konsumsi oleh masyarakat sana tapi di ekspor ke negara lain seperti Jepang dan Singapura.
Seafood
Kepiting ukuran besar dan mantaapppppp!!!

Selain seafood, makanan khas yang saya coba waktu kesana adalah Mie Belitung “Atep” yang katanya memang terkenal. Mie kuning dengan potongan tahu goreng, udang dan kentang kemudian disiram dengan bumbu coklat manis yang sedikit kental  dan ditabur dengan emping. Hmm.. rasanya enak tapi karena porsinya lumayan sedikit, jadi “kentang” (kena tanggung), haha..
Mie Belitung "Atep"

Makanan khas lainnya disebut “Gangan” sup kepala ikan dengan bumbu kuning seperti kari yang ditambahkan potongan nanas, rasanya enak apalagi ikan yang digunakan fresh dan tidak berbau amis sama sekali.
Gangan - kuliner khas Belitung

Untuk urusan pulau dan pantai, Belitung memiliki keindahan yang luar biasa, menurut saya pribadi pulau dan pantai di Belitung jauuhhh lebih bagus dari pantai dan pulau di Phuket, Pataya, bahkan Bali sekalipun. Pantainya berpasir putih, landai, tenang dengan air yang jernih. Ciri khas lain dari Belitung adalah pantai dengan batu-batu besar yang mungkin jarang dimiliki di tempat lain.
Batu-batu besar dipantai Belitung

Banyak sekali pulau yang bisa dikunjungi di Belitung, sebut saja pulau Pasir dimana kita bisa berfoto dengan bintang laut, pulau Lengkuas yang terkenal dengan mercusuarnya, pulau Kepayang dimana terdapat penangkaran penyu, pulau batu berlayar, dan sebagainya. Buat yang suka snorkeling, pulau Lengkuas bisa menjadi pilihan, lautnya jernih walaupun jenis ikannya tidak terlalu banyak dan terumbu karangnya tidak terlalu berwarna-warni.
Pantai Tanjung Tinggi 
Pasir Putih, Air yang tenang dan jernih
Beautifull Rocks
Mercusuar - Pulau Lengkuas
Pulau Kepayang
Penangkaran Penyu - Pulau Kepayang
Heaven on Earth

Selain pulau dan pantai, ada beberapa destinasi ain yang juga saying kalau di lewatin. Museum dan rumah adat khas Belitung, Museum kata Andrea Hirata, Sekolah tempat shootingnya film laskar pelangi dan tempat beli oleh-oleh tentunya menjadi pelengkap perjalanan ke Belitung.
Museum Kata by Andrea Hirata
Rumah Adat Belitung - Museum
Ah ya, masih ada satu tempat lagi, yaitu Danau Kaolin. sebenarnya danau ini muncul akibat dari penambangan timah. jadi kalau bole dibilang sebenernya ini akibat kerusakan alam, tapi jadi sebuah danau yang indah walaupun gak bisa dipake berenang atau aktifitas lainnya. 
Danau Kao Lin

Secara keseluruhan, saya suka dengan Belitung, diluar beberapa hal yang juga perlu dibenahi diantaranya ketersediaan tempat sampah, fasilitas umum sepeti kamar mandi yang bersih, dan kebersihan pulau yang patut dijaga juga. Oya, selain itu yang gak kalah penting sebenernya gimana masyarakat Belitung bisa menerima kehadiran para turis terutama wanita dengan hormat, pengalaman saya, beberapa wanita yang menggunakan pakaian renang di pulau malah di “suit” in ketika berjalan-jalan.. hal ini sebenernya bikin gak nyaman turis lohh…  mereka jadi risih juga kan..


Ahhhh… baru pulang tapi udah pengen balik lagi kesana…

Thursday, September 19, 2013

Bulgogi Brothers asli dari Gangnam District


Penikmat makanan korea rasanya udah gak asing sama yang namanya Bulgogi ya.. Bulgogi sendiri arti sebenernya adalah "fire meat" daging bakar lah kalau bahasa gampangnya.. hehe.. Di Jakarta sendiri sebenernya sudah banyak bertebaran restoran Korea dengan berbagai macam harga dan rasa. Nah, kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya mengenai sebuah restoran baru yang namanya "Bulgogi Brothers".

Restoran yang terletak di lantai 3 sebuah mall baru yaitu Lotte Shopping Avenue - Ciputra World 1 Jakarta di kawasan Satrio (sebrangnya Mall Ambasador) ini baru 1 minggu buka waktu kemarin saya coba. Agak penasaran sebenernya sejak hordingnya muncul. Penasaran karena katanya Resto ini terkenal banget di Korea, dan baru pertama kali hadir di Jakarta.


Aslinya sih katanya dari Gangnam Distrik dan mulai hadir sejak taun 2006, pernah dapet National Brands Award for Best Korean Restaurant dari Food, Agriculture, forestry and Fisheries Ministry of Korea di tahun 2012 juga katanya. So siapa yang gak penasaran :)

Baikla, sebagai resto baru sepertinya layak untuk dicoba. Saya dateng berdua untuk dinner di hari Rabu. Pas saya dateng sekitar jam 7an sih agak sepi, tapi ternyata makin lama makin rame, sampe saya pulang rasanya ada sekitar 10 - 12 meja yang terisi.


Sambutan "berisik" dari semua pelayan nampaknya sudah menjadi trend sekarang di setiap resto, dengan bahasa korea "Anyong Haseo" saya disambut. Pelayannya ramah dan sangat membantu. Namanya Ananda, dia mengetahui dengan baik setiap menu yang ada.. dan dengan sabar menunggu karena kita masih pilih-pilih menu dengan lama, karena bingung :)

Karena masih bingung, sang waiters pun meninggalkan kami, tapi dia kembali dengan complimentary welcome food berupa Oksusu Pang , bener gak ya nulisnya.. ehehe.. Oksusu Pang ini corn cake, mirip dengan bolu kukus namun katanya berasal dari jagung. Baik deh Mbak nya.. jadi sambil milih menu sambil makan cakenya. Rasanya sih biasa aja sebenernya, cenderung kering malah, cuman yaa... karena niatnya baik, maka kita habiskan saja..

Oksusu Pang (Corn Cake) - complimentary
nahhh.. akhirnya pilih menu.. sebenernya saya tertarik pengen nyoba menu barbequenya.. namun karena temen saya gak makan daging sapi, jadinya gak jadi dehhh.. Tapi saya akan kembali untuk mencobanya.. hahaha..


Akhirnya pilihan kami jatuh ke menu-menu berikut :
Juk of the day - ini sih ada di semua resto korea.. (free)
Tea of The Day - Rp. 8000 / pax -
Hari itu Oksusu Cha (Tea yang berasal dari jagung) cocok sama cake nya..
entah karena baru buka atau memang begini, tapi kali itu saya kembali mendapatkan complimentary berupa corn soup, yang rasanya cukup enak.. dan dengan porsi yang pass... 
Corn Soup (complimentary)

Spicy Chicken Maekjeok - Rp. 95.000
Sebagai menu appetizer, Spicy Chicken Maekjeok ini porsinya luar biasa gede, sate ayam yang diselaing dengan bawang putih dan bawang daun di beri bumbu kemudian digoreng. Totalnya 6 tusuk dengan ukuran yang besar.. Sangat "menyeramkan" untuk ukuran appetizer. Rasanya enakkkkk... bumbunya pas, daginnya gak keras..
Bulgogi Bibimbab - Rp.100.000
Bulgogi bibimbab yang saya pesen, porsinya cukup besar, diatasnya telor mata sapi itu karena saya minta, padahal seharusnya telur mentah. Sebenernya mentah juga gapapa sih, soalnya mangkuknya panas, jadi pas diaduk juga bakalan jadi mateng juga. Daging bulgoginya cukup berasa, namun sayang sedikit agak keras. Cara makan bibimbab ini adalah dengan mengadukkk semua yang ada di mangkuk menjadi satu nah karena mangkuknya ini dipanaskan terlebih dahulu, kalau didiemin agak lama, nasinya bisa jadi berkerak.. ini yang saya alami ketika keasikan foto-foto makanan dan gak cepet ngaduk.. hehe.. tapi gapapa, rasanya tetep enak kok..

Jjigae Brother - Rp.100.000
Jjigae Brother ini menu soup yang di sajikan dengan nasi. Ada 6 pilihan Jjigae, nah kalau kita pilih Jjigae Brither ini, kita bisa pilih 2 dari 6 menu yang tersedia dengan porsi yang sedikit lebih kecil. Kalau mau coba-coba ini bisa jadi pilihan yang lebih baik, bisa 2 menu jjigae dalam sekali makan :)

Untuk penutup, lagi-lagi kami diberi complimentary berupa minuman dingin di gelas dengan rasa peach yang kecut-kecut seger.. hehe..

Overall, pengalaman saya makan di sini cukup menyenangkan dan mengenyangkan. Rasanya original Korea, dengan harga yang sesuai dengan porsinya. Kurangnya menurut saya, mereka gak punya penghisap asap untuk menu barbeque, mengandalkan AC dari edung saja rasanya gak cukup sih, soalnya saya lihat ke meja sebelah yang pesen barbeque, pas manggang asapnya cukup mengganggu.

Total harga yang saya pesan kali itu : Rp. 311.000. plus tax n service jadi totalnta Rp. 360.800
Nilai keseluruhan : 8/10

Recomended saya akan segera kembali kesana :)

Kamsahamnida.....