Thursday, April 25, 2013

HO CHI MINH (Part 3 - Habis)

Dibagian ketiga kali ini saya akan berbagi mengenai tempat wisata yang saya kunjuni di Ho Chi Minh (HCM). Kemarin, saya memang tidak terlalu banyak mengunjungi tempat wisata, hanya yang berada di kota saja dan satu lagi Cu Chi Tunnel lokasi perang Vietnam kala itu yan terletak cukup jauh dari kota HCM.

One Day Tour ( Cu Chi Tunnel + Water Puppet Show + Xich Lo + Cruise Dinner)

Agak sulit mengunjungi Cu Chi Tunnel tanpa local tour karena letaknya yang cukup jauh dari kota. Tour agent yang tersebar di seluruh kota biasanya memiliki pilihan paket tour ini. Coba berkunjung ke kawasan backpacker Pham Ngu Lao untuk mendapatkan harga yang bersaing dibandingkan dengan tour agent yang berada dipusat kota. Kali itu saya mengambil sebuah paket One Day Tour yang terdiri dari Cu Chi Tunnel + Water Puppet Show + Xich Lo (becak) + Cruise Dinner. Harga satu paket one day tour ini relatif terjangkau hanya sekitar USD 35. Sebenarnya, tour Cu Chi nya sendiri hanya sekitar USD 10. yang lumayan mahal adalah dinner at the cruise-nya. 

Tour dimulai pagi hari, jam 7 pagi mobil jemputan sudah akan tiba di hotel untuk mengantar kita ke tempat berkumpul. Disana kita akan bertemu dengan orang-orang dengan tujuan yang sama dari satu tour untuk berangkat bersama. Menggunakan bus yang tidak terlalu besar, saya dan rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang kemudian berangkat ke Cu Chi Tunnel. Kurang lebih 2 jam atau sekitar 80 km dari kota HCM akhirnya kita sampai Ke Cu Chi Tunnel. 

Tempat ini merupakan tempat berperang para pejuang Vietnam melawan penjajah. Lokasinya yang seperti hutan  dibiarkan seperti aslinya agar para wisatawan bisa merasakan bagaimana susasana perang jaman dahulu. Disini kita bisa melihat bagaiana para tentara berjuang dengan kondisi perang, bagaiana rumah sakit di bawah tanah dibangun, bagaimana dapur perang, sampai jebakan-jebakan perang pun masih bisa kita lihat disini. 

Aslinya terowongan ini panjangnya mencapai 200 meter, namun katanya saat ini yang masih diawetkan ada sekitar 120an meter. Adal beberapa terowongan yang masih bisa dilewati pengunjung jika mau, namun harus dengan berjalan jongkok / menunduk. Mengingat badan saya tinggi dan besar, maka saya putuskan untuk tidak masuk kedalam terowongan karena takut stuck dan gak bisa keluar :)  

Memang agak melelahkan sih berkeliling di Cu Chi Tunnel, namun jangan kawatir di akhir perjalanan kita akan disuguhkan makanan khas perang Vietnam yaitu.... singkong rebus dengan bumbu kacang.. hehe
Jalan masuk menuju Cu Chi Tunnel 

Cara menghindari musuh 

Siap-siap sembunyi

Tha daaaa!!! hilang tersamar dedaunan kering


Jebakan untuk musuh

Jebakan untuk musuh

Jebakan untuk musuh

Makanan jaman perang: singkong rebus dicocol kacang tumbuk

Tour leader sedang menerangkan tentang perang Vietnam

Tour di dalam Cu Chi Tunnel sebenarnya hanya memerlukan waktu 2  jam saja, namun dengan jarak yang cukup jauh, maka kita akan kembali ke kota HCM kira-kira di pukul 2 siang. Sesampainya dikota, seharusnya kita diantar kembali ke hotel, namun entah kenapa kali itu kami hanya diantar sampai toko si travel agent.. sial.. 


Kami akan dijemput kembali di hotel jam 6 sore hari untuk melanjutkan tour yaitu menontong pertunjukan Water Puppet dan makan malam. oleh karena itu masih ada waktu jika kita mau mandi dan bersiap-siap dulu. 

Water Puppet Show merupakan salah satu pertunjukan yang katanya "must see" jika kita mengunjungi HCM, karena tidak ada ditempat lain. dalam satu hari terdapat beberapa kali pertunjukan, namun hanya dimulai sejak sore sampai malam hari. Ada kurang lebih 17 cerita yang ditampilkan oleh boneka2 air ini selama kurang lebih 45 menit waktu pertunjukkan. 

Gedung Pertunjukkan Water Puppet
Secara garis besar, kita akan masuk kedalam sebuah gedung pertunjukkan yang kurang lebih berkapasitas 200an kursi. Dengan penataan seperti bioskop, semua penonton bisa melihat langsung ke panggung. Panggun merupakan sebuah kolam air dengan dekorasi khas Vietnam, disamping-sampingnya terdapat ruang untuk pemusik dan penyanyi yang akan bercerita.

Water Puppet Show

Ini para pemainnya
Boneka-boneka ini dimainkan oleh para dalang yang sepertinya berada di belakang panggung, entah bagaimana caranya namun pergerakan boneka ini cukup dinamis tanpa menyenggol satu sama lainnya. Cerita yang cukup banyak sebenarnya bikin boring, namun untuk sebuah pertunjukkan yang tidak bisa kita temukan di tempat lain, rasanya boleh lah kita sempatkan untuk menyaksikan Water Puppet Show jika kita mengunjungi HCM. 

Keluar dari gedung pertunjukkan, tour leader kami telah menyediakan Xich Lo (becak) untuk kami naiki. Bedanya Xich Lo dengan becak yang ada di Indonesia adalah kapasitasnya yang hanya untuk 1 orang saja. Memang banyak saya dengar mengenai penipuan turis yang dilakukan oleh para pengendara Xich Lo ini, namun karena ini sudah menjadi bagian dari tour maka, kami hanya tinggal menikmati saja. Tour Leader sejak awal sudah mewanti-wanti kami bahwa ini merupakan bagian dari tour, sehingga kami hanya perlu memberikan tips aja sekitar VND 20 - 40 ribu atau sekitar 10ribu - 20 ribu rupiah saja. 

Rombongan Xich Lo

Salah satu touris di rombongan kami menikmati Xich Lo
Xich Lo ini membawa kami ke sebuah dermaga dimana kami akan melanjutkan acara dengan makan malam diatas kapal pesiar. Acara makan malam ini sudah pernah saya ceritakan dicerita sebelumnya mengenai makanan. (baca disini)


---


Sisa hari kami mengunjungi tempat wisata di HCM kami lakukan sendiri, karena setelah melihat-lihat peta, kami merasa semua tempat wisata tersebut bisa kami capai dengan jalan kaki dari hotel kami yang berada di kawasan Ben Thanh Market.Bukannya kami pelit sih, pertama kami  masih muda dan masih kuat berjalan, kedua banyak sekali cerita turis ditipu supir taxi yang diputer-puter di kota padahal lokasinya berdekatan. ketiga, kami punya banyak sekali waktu untuk dihabiskan.. jadi gak ada salahnya kita berjalan kaki..

Ada beberapa tempat menarik yang bisa kita kunjungi diantaranya Palace of Independence, Notre Dame Church, City People's Committee Building, Opera House, Patung Uncle Ho Chi Minh, dan City Post Office






Monday, April 15, 2013

HO CHI MINH (Part 2)



Hmm… cukup lama untuk mengumpulkan niat menulis lanjutan cerita saya mengenai perjalanan ke Ho Chi Minh (HCM) kemarin, namun biar gak keburu lupa, maka marilah kita lanjutkan.. Kalau kemarin saya sudah menulis mengenai beberapa hal seperti taxi, tempat belanja, kali ini saya akan coba memberikan gambaran mengenai tempat wisata dan tentunya kuliner di sana.

Gak lengkap kalau mengunjungi suatu tempat tanpa mencicipi makanan asli dari daerah tersebut. Kalau kita dengar Vietnam biasanya yang langsung teringat ya Pho (baca : Fe) mie khas vietnam dengan daging sapi atau Vietnam Springroll, lumpia basah dengan kulit bening diisi dengan sayuran dan udang yang terlihat dari luar. Nah kebetulan kemarin saya mencoba beberapa jenis makanan lain yang saya temui disana. Oya, mayoritas makanan di HCM mengandung babi, jadi untuk taman-teman yang muslim makanan yang bisa dicicipi terbatas sekali. Walaupun pho menggunakan daging sapi, biasanya juga mengandung minyak babi apalagi di warung-warung pinggir jalan. Kalau mau aman sih makan di restoran fastfood atau rumah makan melayu yang juga tersedia disana.

Pho

Makanan yang satu ini memang tidak bisa dilepaskan dan memang wajib dicoba ketika kita mengunjungi HCM. Di sini pho bisa kita temui mulai dari pedagang kaki lima samapai restoran franchise seperti pho24, pho2000 yang juga bisa kita temui di Jakarta. Biasanya pho terdiri dari mie putih khas Vietnam, daging sapi slice bisa juga ditambah dengan bakso. Tidak lupa disajuikan dengan sayuran pelengkap seperti tauge, jeruk nipis dan dedaunan lain yang tentunya bisa dimakan J Rasa pho ini khas, kuah kaldunya bening bisa dimakan kapan saja dari breakfast sampai dinner. Dari semua pho yang saya temui disana, yang paling enak yang saya pernah makan yaitu dari restoran bernama “ Pho Hung” sementara pho lain yang sudah mem-franchise kan diri rasanya enak, tapi masuk dalam kategori standar.
Pho with Seafood


Penjual Pho pinggir jalan

Pho with Beef & Meatball
"Pho Hung" - the best Pho



Spring Roll
Spring Roll atau lumpia khas Vietnam biasanya berisi sayuran dan udang. Kulitnya bening sehingga isi dari lumpia nya bisa terlihat dengan jelas dari luar dan sedikit agak keras. Sebenarnya selain udang ada beberapa macam isi yang bisa kita jumpai seperti abon sapi, dan abon ikan. Aslinya sih disajikan tanpa digoreng namun saat ini banyak juga yang mulai menyajikan lumpia yang digoreng terlebih dahulu.
kulit Spring Roll

Spring Roll Pinggir jalan dengan abon ikan

Fried Spring Roll


Jajanan Pinggir Jalan

Pedagang kaki lima banyak ditemui di HCM, yang khas dari mereka adalah meja dan kursi makan yang pendek seperti untuk anak kecil. Jadi untuk orang yang badannya gendut kayak saya, cukup kesulitan juga sih untuk duduk dan bertahan tanpa di serang rasa pegal  hehe.. Ini beberapa makanan yang saya temui di pinggir jalan.. oya, satu tips, kalau mau jajan dipinggir jalan, ada baiknya tanya harganya terlebih dahulu.. kadang ada beberapa pedagang nakal yang memberikan harga turis lebih mahal dibanding harga aslinya..
Tempat duduk "anak TK"


Bakso & telur puyuh goreng dengan side dish potongan asinan mangga, pepaya & timun

Ketan warna-warni dengan saus santan
Aneka Soup 

Kue & camilan basah
Ketan & makanan bakar
Bahn Mi - sandwich khas vietnam (roti diisi dengan sayuran, daging sapi kering, ham , telur dan saus khas vietnam)
Aneka buah-buahan dengan kualitas baik
Aneka seafood (kebanyakan sih kerang dan siput)
Makan Dimana?

Beberapa pilihan yang bisa jadi alternatif untuk cari makan di HCM : 

1. Restoran yang berjejer di sepanjang jalan 
    Banyak sekali restoran yang berjeher ketika kita jalan kaki, pilih saja salah satu yang memikat hati. Jangan  ragu-ragu untuk mencoba. Kalau saya, restoran yang ramai dengan pengunjung lokal bisa menjadi pilihan yang baik. 
Salah satu restoran "warteg" yang saya temui dipinggir jalan

2. Food Court Mall & Departement Store 
    Kalau bosan dengan makanan lokal, mungkin food court di mall bisa menjadi piliha, fast food seperti burger king, lotteria, makanan jepang banyak tersedia disini

3. Ben Thanh Nigh Market 
    Night Market di Ben Thanh juga terdapat beberapa tempat makan kaki lima, mulai dari Seafood, chinese food sampai makanan lokal. bisa jadi pilihan apalagi kalau sudah capai belanja
Seafood resto di Ben Thanh Nigh Market
Seafood kaki lima di Ben Thanh Night Market 

5. Kawasan backpacker - Pham Ngu Lao
  Kawasan back packer menjadi salah satu favorit saya untuk mencari makan. Selain biasanya banyak pilihan, harganya pun disesuaikan dengan para wisatawan backpacker yang tentunya memiliki budget terbatas. Kualitas makanan mungkin standar, lebih baik dari kaki lima namun tidak lebih baik dari restoran.
Nasi Kari - resto kawasan Pham Ngu Lao

Sweet & Sour Beef 
Chicken with Cashew Nuts 

6. Makan Diatas Kapal Pesiar
  Salah satu pilihan "mewah" yang bisa anda coba adalah makan diatas cruise yang cukup besar. Saya sempat mencoba pilihan ini secara tidak sengaja. Dinner di atas kapal ini adalah salah satu bagian dari paket tour tersebut. Kapal yang saya naiki adalah kapal "Indochine" kapal jenis sedang dengan 3 lantai restoran. Disini kita diajak berputar-putar menikmati kota HCM di waktu malam sambil dinner dan disuguhi beberapa pertunjukan seperti tarian dan nyanyian. kurang lebih 2 jam kita diajak menikmati dinner santai sebelum akhirnya dipulangkan ke daratan. Sebenarnya rasa makanannya sih standar banget, tidak lebih enak dari yang pernah saya makan sebelumnya. Namun suasana baru, cukup lah menjadi pengalaman yang seru.

Dinner diatas kapal Indochine
Pertunjukan tarian tradisional 
Makanan diatas kapal Indochine
Sightseeing & Dinner Cruise

Ini cruise yang saya naiki 

Tampak dekat
Nah itu cerita saya bagian ke dua yang lebih banyak meengulas tentang masalah perut.. berikutnya akan saya share mengenai tempat wisata yang bisa dikunjungi di Ho Chi Minh..

Part 1 mengenai Ho Chi Minh bisa dibaca di :
http://peranosjourney.blogspot.com/2013/04/ho-chi-minh-part-1.html

Thursday, April 4, 2013

HO CHI MINH (Part 1)


Kota terbesar di Vietnam ini dulunya dikenal dengan nama Saigon, sampai sekarang sebenernya juga masih banyak orang local mereka yang menyebut Negara mereka sendiri dengan Saigon. Nama resminya sih sebenarnya Thanh Pho Ho Chi Minh (TPHCM), Thanh Pho artinya Kota.

Kota Ho Chi Minh (selanjutnya akan saya singkat jadi HCM) terbagi menjadi banyak distrik. Pusatnya erada di distrik 1, oleh karena itu, buat para traveller yang mau berkunjung ke sana, lebih baik cari hotel yang berada di distrik 1, toh kebanyakan attraction berada di distrik ini.

Pesawat saya dari Jakarta – HCM – Jakarta adalah Air Asia. Saya beli tiket jauh-jauh hari biar murah, dengan harga promo, tiket pulang-pergi saya hanya seharga 1,1 juta rupiah saja. Hanya satu penerbangan Air Asia setiap hari dari Jakarta ke HCM begitupun sebaliknya. Sayang jadwal keberangkatan yang sore, membuat kita harus wasting hotel 1 malam disana.

Empat jam penerbangan saya ke HCM dijalani dengan lancar sampai di bandara international Than Son Nath. Bandaranya cukup bersih dan modern, yang saya salut adalah imigrasi ketibaan disana membuka banyak sekali loket padahal kedatangan pesawat saat itu hanya sedikit. Beda sekali dengan imigrasi Jakarta yang harus mengakibatkan pendatang antri minimal 20 menit hanya untuk antri imigrasi.
Okey, kali ini saya akan berbagi pengalaman saya saat disana.

MATA UANG
Vietnam menggunakan mata uang Vietnam Dong (VND). Kurs nya untuk 1 USD = 20.900 VND atau lebih rendah kurang lebih dua kali lipat dari rupiah. (betapa menyenangkan melihat mata uang kita lebih tinggi dibanding Negara lain,soalnya biasanya kan nilai mata uang kita jauuuhhh lebih kecil). Buat anda yang mau liburan ke HCM, lebih baik membawa uang USD, karena rate tukar VND di Indonesia jelek banget benget banget.
Banyak bank yang bisa dijadikan money changer di dalam kota, namun pengalaman saya, rate di airport ternyata lebih bagus loh dari pada di bank dalam kota. Saya tukar 1 USD = VND 20.900 di airport, sementara 1 USD = 20.800 VND di bank di dalam kota. Beda 100 point aja sih, cuman kan lumayan kalau tuker duitnya puluhan juta… jiaaahhhhhh… hehe..


Vietnam Dong (VND)

Reception hotel juga rata-rata menerima penukaran uang, namun tentu dengan rate yang lebih mahal di bandingkan di bank. Jadi terserah anda maunya gimana. Saran saya sih tukar di airport sesuai rencana, kalau kurang baru deh tuker di bank dalam kota, kalau bisa uang yang sudah ditukarkan dihabiskan atau ditukarkan kembali ke USD sebelum dibawa ke Indonesia. Kalau gak sih, bakal sakit hati dengan rate disini.

KABEL LISTRIK 
Sebelum berangkat, tentunya saya mencari hal-hal menarik di tempat tujuan. Untuk Vietnam, banyak yang bilang bahwa kabel listrik yang melintang di tengah kota sangat semrawut, berantakan dan berbahaya. Tapi saat ini, pemerintah daerahnya sudah mulai berbenah, kabel-kabel listrik sudah mulai di rapihkan dengan cara digabungkan menjadi satu, bahkan di beberapa lokasi saya lihat sudah mulai akan dipindahkan kedalam tanah. 
Gambar kabel listrik yang saya dapat di internet

Kondisi kabel listrik saat ini

Kondisi kabel listrik saat ini


TAKSI
Taksi di HCM beraneka ragam, namun terkenal suka menipu apalagi para turis. Hanya ada beberapa taksi yang bisa dipercaya, salah satunya adalah taksi VINASUN. Taksi dengan warna dasar putih, dengan garis hijau dan merah. Pengalaman saya naik taksi ini dari Airport ke Hotel cukup baik, sepertinya tidak dibawa berputar-putar. Saya membayar sekitar 150.000 VND untuk jarak Airport ke hotel yang berada di daerah Ben Than Market di distrik 1.

Memang supir disana terkenal nakal dan suka mengajak turis berputar-putar padahal jaraknya dekat. Memang dekat kok, saya aja selama di HCM berjalan kaki ke mana-mana selama masih di distrik 1. Jadi sebenarnya semua tempat wisata itu walking distance sih kalau rajin dan mau sehat J

Ada dua cerita mengenai taksi disana, yang pertama dari turis asal China yang saya temui di lobby hotel sedang terburu-buru, katanya dia sedang kabur dari taksi karena ssi supir menagih dia tariff sebesar 500.000 VND. Eh busyetttt… Jadi singkat cerita, setelah berantem dengan masing-masing bahasa yang gak saling ngerti, si turis memutuskan untuk kabur dan lari cepet-cepet masuk hotel gak mau bayar taksi.

Taxi - Vinasun (salah satu yang terpercaya)

Cerita kedua, dari ibu-ibu yang duduk di samping saya pada saat mau pulang ke Jakarta, dia bilang supir disana nakal kalau dikasih uang tidak pernah mau kasih kembalian. Udah gitu dia suka dibawa muter-muter padahal deket. Hehe.. agak susah ya..

SHOPPING
Hmmmm…. Belanja belanji….
Belanja di HCM sebenernya menurut saya kurang sedep, kenapa? Karena yang bisa di beli sebenernya adalah barang-barang souvenir. Sementara barang brandednya sih harganya sama bahkan beberapa lebih mahal dibanding di Indonesia. Kalau barang-barang souvenirnya sih saya akui muraaahh sekali. Kaos-kaos, pajangan, gantungan kunci dan lainnya memang murah dan membuat ketagihan.  

Belanjanya dimana??
Ben Thanh  Market donkkkk… buka mulai pagi hingga jam 7 malam. Jadi siap-siap luangkan waktu lebih banyak disini.

Dalamnya Ben Thanh Market siapa yang tahu, mulai dari pasar basar yang menyediakan sayuran, sampai daging, pasar bunga, pasar buah, pasar makanan kering, souvenir, kopi, pakaian, kain, tempat makan, sampai bikin jas satu hari pun lengkap tersedia. Tinggal pilih mana yang suka.
Ben Thanh Market

Ben Thanh Market penjual kain & pakaian

Ben Thanh Market penjual makanan basah / manisan / asinan

Ben Thanh Market - kawasan fixed price

Kalau suka nawar-nawar dan pede bisa dapetin harga murah, semua pedagang yang ada di dalam pasar adalah tempatnya. Saran saya, tawarlah dulu lebih dari 70% harga yang diberikan oleh pedagang. Baru naik sedikit-sedikit. Rata-rata sih mereka akan potong sampai 50% tergantung seberapa mahir anda dalam urusan tawar menawar.

Ben Thanh Market - Tanda kawasan fixed Price 

Gak  suka nawar-nawar ? ada baiknya anda beranjak ke bagian samping market, karena disana terdapat lorong khusus FIXED PRICE, dimana anda bisa belanja lebih tenang hati, karena harganya mungkin lebih mahal sedikit, tapi standard dan gak perlu tarik urat tawar menawar. Eh, tapi jangan salah loh, ada beberapa yang lebih murah dari hasil tawar menawar.
Ben Thanh - Night Market 

Belanja dari pagi masih kurang? Tenang, mulai jam 8 di jalan raya samping kanan kiri market ini dijadikan night market. Walaupun barang yang dijual sama dan tidak sebanyak yang di dalam, namun cukup lah untuk memuaskan hasrat belanja yang kurang. Masalah harga, kembali pinter-pinternya kita nawar sih, ada yang lebih mahal, ada juga yang lebih murah.

SHOPPING MALL & SUPERMARKET
Dibandingkan di Jakarta, mall di HCM rata-rata berbentuk departemen store. Isinya hamper seragam dengan brand-brand yang juga rata-rata ada di Jakarta. Tapi ada satu daerah dimana berjejer toko-toko kelas atas seperti Gucci, Chanel dan merek-merek sekelasnya. Letaknya tepat di kawasan REX Hotel, sekeliling patung Ho Chi Minh depan City People’s Committee Bilding. Disana juga terletak Opera House dan beragam cafĂ© kelas atas.

Shopping Avenue - Rex Hotel 
Shopping Avenue - Rex Hotel 

Biasanya, tempat favorit saya untuk mencari snack asli suatu daerah untuk oleh-oleh itu di supermarket. Sayangnya saya agak kesulitan menemukan supermarket besar, lebih banyak mini market sekelas circle K atau mart-mart lainnya.

Satu supermarket terbesar yang saya temui terletak di TAX Center, salah satu department store yang terletak di sebrang REX Hotel. Disana cukup lengkap tersedia aneka snack produksi local maupun impor. Berbelanja oleh-oleh snack di supermarket tentunya jauh lebih murah dibandingkan jika kita berbelanja di toko souvenir atau di airport. 


Cerita lain mengenai makanan, tempat wisata, dan lainnya akan saya sambung berikutnya ya.. :)