Wednesday, November 28, 2012

Kuliner Bandung (Part 4)

Perjalanan saya menuju Bandung kali ini penuh dengan perjuangan. Bayangkan saja 5 jam perjalanan dari Jakarta - Bandung dikarenakan ada kecelakaan beruntun antar truk di KM 44 mengakibatkan kemacetan panjang sampai denan KM 20. Belum lagi hujan yang sangat deras di tol Cipularang setelah jatiluhur yang menyebabkan saya harus menendarai mobil dengan extra hati-hati. Belum lagi banjir di tol Bandung menuju pintu keluar tol Pasir Koja yang juga membuat kemacetan sekitar 2 kilometer. Bagaimanapun saya anggap itu perjuangan demi mendapatkan kenikmatan lidah dan rasa :)

Kali ini saya menginap di sebuah hotel baru di kawasan Jalan Braga, namanya Gino Ferruci Hotel  yang merupakan salah satu brand dari Kagum Group. Saya cukup kagum juga dengan jaringan hotel mereka di Bandung. Hotel ini jau lebih besar dibanding Zodiac hotel yang sebelumnya saya tinggali, karena memang sepertinya hotel ini tidak masuk dalam kategori Budget hotel walalupun saya mendapatkan harga yang tidak terlalu jauh berbeda.

Ini Lobbynya, luas dan nyaman
Kamarnya nice

Menurut saya, hotel ini cukup oke. Point plusnya adalah :
- Baru
- Bersih
- Breakfast yang cukup lengkap
- Ranjang & bantalnya kualitas baik
- Lokasinya tepat di kawasan jalan dan wisata Braga

Namun kekurangannya :
- Finishingnya jelek (banyak bagian dikamar saya yang masih belang-belang semen
- Lift nya cuman 2 untuk kapasitas 17 lantai
- Lantai kamar mandinya kotor  berkerak (mungkin yang ini hanya di kamar saya saja, karena kebetulan saya dapat di lantai paling atas yang mungkin jarang digunakan)
Lantai kamar mandi

Baiklah, cukup menggambarkan hotel saya, saatnya ke pokok masalah.. makanan!!

1. Nasi Campur 88 (Siang-Siang) #NonHalal
Nasi Campur + Sayur Asin Bakut
Yang ini favorit saya saat ini, sudah pernah saya bahas sebelumnya, namun dengan senang hati saya kembali. Kali ini tambahannya saya coba bakut sayur asinnya. Rasanya enak dengan daging yang empuk dan tingkat keasaman sayur yang pas. Tidak pernah mengecewakan

2. Toko You 
Restoran tanpa plang nama ini terletak di sampingnya Rumah Sakit Boromeus. Yang belum pernah kesini sih akan cukup membingungkan untuk mencarinya karena gak ada plang nama atau petunjuk arah. Namun sebagai gambaran, bentuk dari resto ini mengambil suasana Bali, pintu masuknya menggunakan pintu tradisional bali dengan tanaman-tanaman yang khas.

Suasana di Toko You

Makanan yang saya coba adalah Yamien manis dengan Bakso. Katanya ini adalah yaang spesial karena mie nya merupakan hasil buatan sendiri yang sudah sejak lama dipasok ke beberapa restoran mie. Tapi menurut saya sih rasanya bukan salah satu yang terbaik di Bandung, masih kalah jauh dengan bakmi Naripan, bakmi Rica atau Bakmi Acai. Baksonya juga seperti bakso 'pasar' yang lebih banyak rasa terigunya.

Yamien Ayam + Bakso Toko You 
Minumnya saya pilih jus alpukat yang di blend dengan kopi.. penampilannya memang standar tapi rasanya... passss dan maknyusss...
Avocado with Coffee

3. Sate & Gulai Kambing H.M Haris 
 Warung sate ini letaknya di jalan Asia Afrika. lebih tepatnya lagi di belakang pos polisi Asia Afrika. Menyajikan hanya menu Sate & Gulai kambing, namun warung yang satu ini cukup dikenal dan ramai apalagi      warung ini buka 24 jam.


Sate Kambingnya disajikan diatas hotplate membuat kondisi si kambing tetap panas, namun hati-hati nanti gosong, terutama kalau anda pesan satai dengan lemak. Dagingnya cukup empuk dan enak walaupun mungkin kambingnya gak muda-muda banget..
Sate Kambing H.M Harris - tanpa lemak
Kalau Gulainya, jujur saya kurang suka, dagingnya sih empuk, namun rasa kuahnya sedikit condong ke rasa manis.
Gulai Kambing H.M Harris
4. Kopitian Oey - Braga
Karena saya tinggal di hotel kawasan Braga, maka malam hri tentunya saya tidak mungkin melewatkan berjalan-jalan dan merasakan suasana Braga yang terkenal itu. Braga saat ini mulai berbenah, mulai nyaman. nah kali ini saya mampir ke warung punyanya pa Bondan Winarno yang ada di Bandung. Agak kenyang sebenarnya waktu saya mampir, jadi saya hanya memesan kopi dan ditemani roti prata komplit dengan topping coklat, keju dan pisang.
Roti Prata komplit
Biasanya sih saya makan roti prata dengan kuah kari atau isi telur, jarang saya makan roti prata dengan topping manis. Rasanya sih menuriut saya standard saja, roti pratanya agak keras, kurang maknyussss..

5. Lontong Sayur Kebon Karet - The Kiosk Setiabudi Supermarket
Yang ini juga cukup terkenal di Bandung, saya berkesempatan mencicipi yang berada di foodcourt The Kiosk di Setiabudi Supermarket.

Lontong Sayur - Kebon Karet 
Rasanya sih biasa saja menurut saya, lontongnyapun kurang legit, karena ketika digigit berasa sekali berasnya berpencar. Ada pilihan daging ayam atau sapi, namun pada saat itu daging ayamnya habis, jadi mau gak mau deh ketemu si sapi lagi.

6. Pempek Rama - The Kiosk Setiabudi Supermarket
Pempek Rama 
Tidak terlalu banyak komentar, rasanya standar saja seperti pempek kapal selam yang lainnya.


hmmm... pulang ke Jakarta dengan perut kenyang dan hatipun senang..


More post : http://www.kompasiana.com/perano




Tuesday, November 20, 2012

Fajjitas.. Nachos.. Burritos.. Adios!!

Walaupun jarang banget kesini dan juga gak begitu banyak pilihan, namun Senayan Arcadia cukup menarik untuk dikunjungi terutama buat yang mau makan aau ngafe. Gak banyak sih memang isinya, tapi boleh lah dicoba.. 

Kali ini cobain makanan khas mexico, namanya Hacienda.. kalau denger nama itu sebenernya inget iklan jeans jaman dulu yang dibintangi oleh artis terkenal Indonesia (pada jamannya) hehe.. 

Menunya berisi nama-nama khas mexico, gak ngerti bahasa nya gapapa kok, di menu juga dijelasin apa isi dari makanan tersebut. misalnya yang satu ini.. yang ini namanya Burritos (139K) Fajitas yang diisi dengan kacang merah, nasi, daging sapi, keju, cream, gak lupa ditambah dengan jalapenos. Side dish nya salad standar. 

Agak kaget sih buat saya pertama kali makan ini, karena bumbunya cukup strong dan rasanya juga cukup kuat. Secara keseluruhan cukup oke. 

Burritos



 Nah yang ini namanya Fajjitas De Polo (129K) isinya sebenernya sama aja sama yang diatas, bedanya yang ini gak dibungkus, dan yang ini isinya daging ayam.. kenapa pesennya sama? karena gak ngerti!! hehe..
Fajjitas De Polo

Sebelum kita pesen makanan, kita juga di sajikan nachos yang bisa dinikmatin secara free.. Suasana di dalam resto sih sebenernya menyenangkan, apalagi di hari-hari tertentu terdapat live show lagu-lagu khas mexico. Boleh lah untuk yang mau cari suasana lain..



Ootoya.. the authentic..

Terakhir kali ke Pacific Place, agak bingung mau makan apa.. Akhirnya pilih Ootoya.. restoran yang terletak di lantai 5 ini memiliki dekorasi yang simpel dan minimalis. Ceilingnya agak tinggi menyebabkan kesan luas di restoran ini. 

Menu yang ditawarkan merupakan Japanese Food, mulai dari sushi, soba dan kawan-kawannya. Walaupun tagline nya menyebutkan The Authentic Home Cooked Japanese Food, namun banyak juga kok menu-menu yang sudah cukup fushion dan beraneka ragam. 

Pilihan saya kemarin adalah Kimuchi Nabe (108K) Soup dengan topping daging sapi, telur, tofu dan kimchi. Rasanya sedikit pedas, namun cukup enak dan pas di lidah.



Kimuchi Nabe (108K)

Menu yang kedua, saya pilih yang benar-benar otentik dari Jepang, yaitu Hokke (135K) ikan macarel yang di bakar dan disajikan dengan side berupa acar dan miso soup tak lupa nasi putih sebagai pelengkap. Ikan yang disajikan kabarnya di impor langsung dari Jepang. Rasanya enak banget, lembut dan gak bau amis. Rasanya juga menurut saya sangat otentik dengan ikan bakar yang pernah saya makan waktu saya ke Jepang. Sangat recomended walaupun harganya cukup menusuk :) Oya, nasinya disini juga bisa refill jadi kalau belum kenyang bisa tambah terus (nasinya) :)

 Hokke (135K)
 Pelengkap makan saya kali itu adalah Unagi Roll (68K), yang ini sih menurut saya biasa saja rasanya, walaupun unagi nya jauh lebih tebal di banding yang biasa saya makan di restoran sekelas Sushi Tei. Harganya juga cukup mahal untuk ukuran 4 potong sushi roll.


Secara keseluruhan sih sebenanrnya cukup memuaskan, recomended namun secara harga cukup mahaalll..