Tuesday, October 16, 2012

Kuliner Bandung (part 3)

hallohhh cemuanya??

macih cumungudh?? akooh punya gudnyus nih,.. kemaren akooh jalan-jalan lagi ke Bandung.. nyobain lagi makanan-makanan baru... 

ciyus.... mieapah dehh...

hehehe... tenang aja, selanjutnya tulisan ini gak akan pake bahasa " cape" kayak gitu kok.. biar kayak anak gaholl aja di pembukaan :) 

kamar Zodiac Hotel
Kemaren sempet jalan-jalan lagi ke Bandung.. nginepnya di budget hotel namanya Zodiak hotel, di jalan pasir kaliki. lokasinya enak tengah kota kamarnya juga cukup besar, bersih. Zodiak hotel ini adalah salah satu hotel baru dari KAGUM Group yang merupakan salah satu grup pengembang hotel yang cukup terkenal di bandung. Kurangnya dari hotel ini menurut saya adalah dari sisi sarapannya. Untuk hotel budget, saya juga tidak mengharapkan buffet breakfast yang mewah, cukup yang simpel namun tetap rasanya harus enak donk.. nah, untuk ukuran rasa ini, makanan untuk sarapa di sini saya masukan dalam kategori tidak enak.. selain itu, kamar mandinya juga kecil banget, padahal masih banyak space yang terbuang. mungkin ukuran kamar mandinya sudah standard dikarenakan kamar mandinya terbuat dari fiber yang nampaknya sudah jadi :) 


Mie Rica Kejaksaan
Tujuan kuliner saya yang pertama di bandung adalah Mie Rica di Jalan Kejaksaan (non halal). Sekarang sih mulai banyak berjamur mie rica- mie rica lain, namun tetap saja yang ini yang paling terkenal enak. Kalau mau kesana jalan Kejaksaan ini tidak terlalu besar, saran saya adalah masuk dari jalan Braga. Mie Rica Kejaksaan ini salah satu mie yang mengandung daging babi, walaupun di menunya ada mie / bihun ayam, tapi tetap mengandung babi yaa.. 

Saya pesan mie rica babi dengan bakso dan babat. karena saya tidak terlalu maniak pedas, saya minta daging ricanya dipisah. untuk tambahannya saya juga pesan pangsit goreng. 
Mie Rica Babi (manis) pedas - daging rica dipisah. tambahannya bakso babat

Mie Rica Babi (asin) pedas
Soal rasa, saya bisa bilang enak.. apalagi buat penyuka pedas.. mie nya bulat lebih mirip spaghetti dibanding mie keriting biasa, rasanya juga kenyal dan nikmat. Daging ricanya bisa dipilih babi atau ayam. Bakso, babat dan kuahnya juga bisa dibilang enak. Salah satu ciri khas bakmie di andung itu biasanya tersedia babat yang tidak di "putih" kan.. jadi bentuk babatnya masih sedikit menjijikan namun rasanya enak :)  Seporsi bakmi rica - bakso babat adalah Rp. 26.000. cukup sesuai dengan kualitas dan kuantitasnya..

Sementara pangsit gorengnya sih buat saya tidak terlalu enak.. kulitnya keras.. daging dalamnya campuran udang dan daging agak tercium bau kurang enak.. masih jauh dari pangsit gorengnya bakmi Gajah Mada :) Seporsi pangsit goreng isi 10 harganya Rp. 24.000. kali itu saya pesan 1/2 porsi (untungnya tidak pesan 1 porsi karena saya kurang menyukainya)
Pangsit Goreng 1/2 Porsi

Le Marly Pantry
Next Stop adalah Le Marly Pantry.. resto dengan konsep dekorasi menarik di kawasan Jln. Citarum ini menyajikan western food.. mulai dari Pizza, pasta, Crepes, Sandwich, Steak, dan kawanannya.. Secara tampilaan sebenarnya resto ini cukup menarik, namun saking banyaknya konsep resto seperti ini di bandung, saya jadi merasa biasa saja ketika masuk ke sini.. konsepnya seperti open kitchen bohong-bohongan di dukung lampu kuning dan sofa-sofa.. biasa saja sih untuk ukuran resto di bandung..

Untuk makanannya sendiri tentunya biasa saja sih, maka dari itu saya coba makanan yang "universal" dari restoran ini yaitu pizza.. "Bianchi Ruso Pizza" yang saya pilih ini terdiri dari sosis, smoke beef, mushroom, paprika dan tentunya cheese.. Rasanya standar banget sih.. apalagi topingnya peliiiittt sekali... satu bulatan pizza ini terdiri dari 8 slice.. begitupun sosis dan smoke beef nya.. hanya ada 8 potong saja.. astagaaaa... pelit bangetttttt.. ditambah keju yang juga sedikit, parprika sedikit.. mungkin ini termasuk dalam pizza tipis dalam arti sebenarnya.. :) 
Kesan pertama yang tidak terlalu menggoda ini membuat saya mengurungkan niat untuk memesan ke tahap selanjutnya..
Bianchi Ruso Pizza

Dulu waktu saya sekolah di Bandung, nasi campur (non halal) merupakan salah satu pilihan populer untuk kuliner. Yang terkenal dulu adalah nasi campur di jalan Kelenteng. namun terakhir saya kesana rasanya sudah tidak seperti yang dulu, selain dagingnya mulai sedikit, kualitas rasanya pun sudah menurun. Teman saya kemudian menyarankan untuk mencoba Nasi Campur 88 (Siang-Siang) yang letaknya di jalan Cibadak. Katanya sih sekarang si Siang-Siang ini merupakan salah satu yang paling enak di Bandung.

Nasi Campur 88 (Siang-Siang)
Waktu saya datang sekitar jam 9 an, antriannya sudah ramai sekali. Pertama kali kita diharuskan mengambil nomor antrian dan menyebutkan pesanan kita ke Mbak yang bertugas. Tugas selanjutnya adalah mencari meja dan kursi kosong yang tidak mudah dikarenakan banyaknya orang yang antri.

Mungkin sambil menunggu tidak ada salahnya kita memesan minuman / jus di lapak sebelah. Tidak terlalu lama akhirnya pesanan nasi campur saya hadir juga. dilihat dari tampilannya sih sangat menggugak selera, daging merah, samchan, bakso goreng dan kawan-kawannya memenuhi piring saya sampai menutupi nasi yang berada dibawahnya. Di meja tersedia aneka ragam saus mulai dari saus merah, kecap asin, kecap cengek (cabe rawit potong yang di rendam di kecap asin), sambal yang bisa kita gunakan sesuka hati sesuai selera. 
Nasi Campur 88 -(Siang-Saing)
Rasanya damn good! sebagai penyuka nasi campur, saya setuju bahwa ini adalah Nasi Campur seharga Rp. 30.000 ini yang paling enak yang pernah saya makan, sampai saat saya menulis ini, saya masih membayangkan nikmatnya dan masih menginginkannya lagi... Saya masukkan si Siang-Siang ini menjadi salah satu list teratas yang wajib saya kunjungi di Bandung!

Padma Hotel Bandung
Buat saya, makanan di restoran di sebuah hotel itu bukan salah satu prioritas buat kunjungan, namun teman saya mengaja saya untuk mengunjungi "The Restaurant" yang terletak di Hotel Padma Bandung. Yang buat saya tertarik adalah katanya hotel ini bagus sekali.. Letaknya yang berada di daerah tinggi memungkinkan conture hotel ini menjadi menarik. 

The Restaurant ini sepertinya adalah resto yang biasa digunakan untuk buffet menu atau breakfast, namun juga mereka menyediakan menu a la carte. Karena tidak mau makan terlalu banyak ala buffet, maka saya putuskan untuk memesan beberapa menu a la carte nya. Menu yang pertama adalah 3Cheese Chicken Cordon Bleu. Daging ayam bagian dada yang di isi dengan 3 jenis keju, disajikan dengan potongan potato wadges dan sedikit salad sebagai garnish.. 
3Cheese Chicken Cordon Bleu
Tampilannya yang menggugak selera didukung pula dengan rasa yang juga enak.. favorite saya? potato wadges dan salad nya.. hehe... potato wadgesnya digoreng dengan sempurna, garing namun tetap moist di dalamnya. untuk saladnya walaupun sedikit, namun saucenya cukup menyegarkan. Cordon Bleu ini di bandrol seharga Rp. 98.000 (belum termasuk tax & service hotel).
Spaghetti Alfreddo

Black Sesame Green Tea
Menu yang kedua saya pesan adalah Spaghetti Alfreddo dengan pork bacon (tersedia pilihan beef bacon). Tidak ada yang beda dari tampilannya hanya saja spaghetti dengan cream ini ditambahkan kuning telur mentah diatasnya.. hm... yang kurang suka mungkin bisa request tanpa egg yolk. Ketika masih panas dan langsung dicampur mungkin rasa egg yolk ini mendukung dari creammynya si spaghetti ini, namun lama kelamaan sih saya mulai merasakan bau-bau kuning telur mentah yang jujur saja saya kurang suka. Sebenarnya rasa spaghetti ini cukup enak. Harganya Rp. 88.000 (belum tax & Service).

Untuk minumannya saya pilih Cappuchino (Rp.38.000) dan Black Sesame Green Tea (Rp.50.000). Kalau Capuchinonya sih standard saja ya, disajikan dengan gula merah dan cookies (yang ini bau kuning telur yang menyengat sehingga teman saya pun tidak sanggup untuk memakannya). namun Black Sesame Green Tea nya cukup enak dan recomended.


Menutup kuliner Bandung saya kali ini, saya mengunjungi sebuah Rumah Makan Sunda bernama "Alas Daun" lokasinya di Jalan Citarum tidak jauh dari Le Marly Pantry. Begitu masuk suasana tradisional sundanya sudah terasa. Setelah memilih tempat duduk, kita diajak kebagian belakang resto untuk memilih makanan apa yang ingin kita pesan. Makanan sudah di tata berjejer tinggal ditunjuk dan dipesan mulai dari ayam goreng, ayam bakar, ikan, sayur, pepes, dan lain sebagainya. Sayangnya tempat pemilihan makanan ini kok ya banyak sekali lalatnya, padahal jejeran makanan itu terbuka dan tidak ditutupi apa-apa. Jadi agak ragu dengan kehigienisannya.
Tempat pilih menu - Alas Daun
Kalau udah pilih menu, tinggal duduk manis deh nunggu makanannya di masak. Di meja kita akan langsung di suguhkan selembar daun, sebelumnya teman saya mengira itu hanya sebagai hiasan atau alas untuk piring, padahal ternyata daun itu digunakan sebagai "piring" beneran. Ohhh.. ternyata ini yang dimaksud dengan tagline  "Sensasi Makan Tanpa Piring" dari restoran ini.Teman saya yang terlanjur menyimpan handphone, dan barang-barang lainnya diatas daun terpaksa harus meminta ulang.

Alas Daun
Nasi putih langsung disajikan diatas daun ketika makanan sudah tersaji di atas meja. Pelayan kemudian menanyakan apakah mau mencoba kuah Rendang dan kuah Cumi sebagai pelengkap dari makanan kami. Secara keseluruhan, rasa masakan sunda direstoran ini biasa saja, bahkan menurut saya cenderung hambar. Namun untuk harganya saya rasa cukup murah. Untuk 3 nasi putih(boleh tambah), 2 ayam goreng, 1 paru, 1 babat, 1 tempe mendoan, 1 tumis jamur, 1 tumis genjer, 1 lalap & sambal, 2 sambal total menghabiskan Rp. 77.000 saja. 

hmmm... pulang ke Jakarta dengan perut kenyang tentunya hati juga senang... 

Ciyuss?? Mieapah??... jawab saya... Mierica!! #garing

Tuesday, October 9, 2012

Angke... food only.. eat and go!

Kata orang, restoran yang menyajikan chinesse food yang enak itu biasanya tidak punya dekorasi yang bagus. Mungkin itu juga yang diadopsi oleh Restoran Angke, restoran yang terkenal seantero jagad Jakarta dan luar daerah khususnya bagi yang ingin mencari chinesse food dengan kualitas dan rasa yang baik.

Restoran Angke yang saya datangi yang terletak di kawasan Kota (Gajah Mada), restoran yang terletak di kawasan ruko ini memang tidak menampakan dekorasi, tipikal restoran yang mementingkan rasa dibanding penampilan ruangan.

Soal rasa makanan, tidak perlu diragukan lagi, rasanya enak, penuh dengan keharuman khas chinesse food. Untuk informasi,  restoran ini masuk dalam ketegori non halal.

Kali itu saya mencoba :

Gurame Asam Manis

Babi Hong

Cap Cay Ayam

Sapi Lada Hitam
Semua rasa makanannya tidak ada yang mengecewakan.. Porsinya pun cukup besar untuk dimakan 1 keluarga ( 4-6 orang).. walaupun saat itu sih kami menghabiskannya bertiga.. luar biasa kenyangg....