Monday, July 30, 2012

Master Chef Songong

Sebagai penggemar kuliner dan memasak, acara Master Chef yang ditayangkan di saluran televisi kabel menjadi salah satu acara kegemaran saya. Acara ini kemudian di buat juga di Indonesia menjadi Master Chef Indonesia dan sudah masuk ke musim yang ke-2. Untuk yang versi Indonesia ini, jujur saya tidak pernah menontonnya, kecuali hari Sabtu kemarin. Kebetulan saya sedang dirumah dan saya menontonnya sedikit-sedikit (sambil pindah-pindah ke saluran lain).

Ada beberapa hal yang mengganggu dia acara (menurut saya)..

1. Karena disponsori oleh salah satu penyedap makanan, maka tentunya banyak sekali "pesan-pesan" sponsor. Tidak apa-apa sih selama masih dalam batas kewajaran. Namun yang mengganggu buat saya adalah ketika sebuah kompetisi memasak (disebut master chef) namun bumbu-bumbu yang digunakan kok ya bumbu instan?? bukankah bumbu instan ini dibuat untuk kalangan "non-master"?

2. Dari satu episode yang saya saksikan, mau tidak mau saya langsung membandingkan acara versi aslinya. Sepertinya kemampuan para peserta ini kok ya sangat minim ya? dibandingkan dengan versi asli, dimana bahkan anak-anak kecil saja memiliki kemampuan yang luar biasa baiknya. Yang saya tahu, ada beberapa bagian di acara ini dimana peserta diberikan resep masakan, atau sudah diminta mempelajari terlebih dahulu beberapa resepnya. Kalau konsep acaranya sama, berarti peserta versi Indonesia kemampuannya sungguh memalukan.

3. Yang paling mengganggu buat saya adalah.... Gaya salah satu dewan juri, sebut saja Cheff Gatot Kaca :) hehe.. Pertama, gaya bicara yang tidak jelas, menggumam, mulut tidak terbuka lebar sehingga apa yang dia katakan seperti sedang berbicara sambil mengunyah makanan.. Yang kedua, gaya "songong" dengan tangan selalu dilipat kepala agak miring tidak mau melihat orang yang diajak biacara.. Memang beliau bukan pakar public speaking, atau bukan profesional presenter.. namun sekali sudah masuk de sebuah produksi televisi, seharusnya dia juga belajar bagaimana menjadi seorang penampil yang baik.. Saya mengerti, mungkin memang dia di skenariokan menjadi "Devil Chef" seperti Gordon Ramsey, tapi ya gak gitu juga sih...

Entah kenapa, orang Indonesia ini setiap bikin acara reality show itu tidak pernah berhasil.. kaku.. dibuat-buat.. mungkin memang lebih cocok untuk ber-akting, giliran diminta se-real mungkin.. tetep aja jatohnya dramaaa...

Friday, July 27, 2012

Semarang... kulinernya banjirrrr...

Kerja yang memungkinkan untuk travelling itu memang menyenangkan..Walaupun agendanya tetep pekerjaan, tapi pasti ada saatnya untuk bisa sedikit meng-eksplore ragam budaya maupun makanan di daerah itu.

Kali ini kesempatan datang kepada saya untuk mengunjungi kota lumpia.. Semarangg.... tha daa.... senang sih, karena ini kali pertama saya berkunjung ke semarang..

Yang saya tau tentang semarang??... nothing selain mantan gebetan saya dulu orang asli semarang dengan logat jawa yang medok.. semedok make up ondel-ondel :)

Semarang... ibu kota dari propinsi Jawa Tengah, perjalanan meuju Semarang ditempuh selama kurang lebih 50 menit menggunakan pesawat.. tidak telalu mahal, kadang-kadang tiket pesawat promonya bahkan lebih murah dari tiket perjalanan kereta api.. Tiket standard dari Garuda Indonesia saja berkisar antara 400 -450 ribu rupiah.. untuk Air Asia dan Lion Air sekitar 200 - 400 ribu rupiah.

Saya tinggal di Hotel Ciputra Semarang, yang berlokasi tepat di tengah kota, yaitu di kawasan Simpang Lima, selain hotel juga terdapt Mall Ciputra Semarang. Disekitarnya terdapat beberapa hotel diantaranya Hotel Horison yang menyatu dengan Matahari Departemen Store dan Hotel Ibis.

Untuk tempat wisata, sebenarnya tidak t erlalu banyak.. Yang terkenal, mungkin hanya Kelenteng Sampoo Kong, Candi Tugu dan Lawang Sewu yang terkenal angker. Ketika ngobrol dengan supir penyewaan mobil saja, katanya dia bingung kalau ditanya mengenai tempat wisata yang bagus di Semarang.

Kalau tidak ke tempat wisata, ya mungkin ada baiknya berwisata yang lain.. wisata kulinerrr... :)

Banyak makanan yang bisa kita jumpai di Semarang.. Wingko  Babat, Bandeng Presto, Lumpia Semarang, Sego Pecel, Wedang Tahu, Soto Semarang / Soto Bangkong, Tahu Pong, Mie Kopyok, dan lain sebagainya.

Ada beberapa yang berhasil saya coba disana..

Kawasan Kuliner Simpang Lima.

Tempat ini merupakan kumpulan dari para pedagang yang tadinya adalah pedagang makanan kaki lima, namun dibuat rapi berjajar dengan tenda, meja dan kursi yang seragam.. Mulai dari Nasi Ayam, Gudeg, Soto dan lain sebagainya. Namun yang paling terkenal disini adalah Sego Pecel Yu Sri..

Nasi Pecel Yu Sri..

Nasi Pecel inin pada dasarnya sama, Nasi + Sayuran rebus dengan bumbu kacang (Pecel) dan bisa dilengkapi dengan berbagai tambahan seperti sate keong, sate ati ampela, telur, tempe, tahu, rempeyek, dan lain sebagianya.

Menurut saya rasanya sih biasa saja, enath kenapa tempat ini laris dikunjungi. Untuk harga sih bisa dibilang cukup murah..
Nasi Pecel + Babat + Martabak goreng + Rempeyek Rp. 13.000

Di sebelah Yu Sri, ada juga penjual es dan jus.. Pilihan saya jatuh pada es teler durian.. rasanya menyegarkan dengan potongan nangka, alpukat, kelapa dan tentunya durian.

Es Teler Durian - Rp. 15.000
Malam hari nya di kawasan yang sama, kita bisa menemukan Nasi Ayam yang mulai berjualan pada pukul 23:00. Nasi ayam ini adalah pencampuran dari Nasi bersantan (seperti nasi liwet / nasi uduk) dilengkapi dengan syur kerecek, ayam suwir, telur dan disiram dengan bumbu santan kental.Tambahannya bisa menggunakan sate keong, sate telur, sate usus dan lainnya.. Makan sambil lesehan.. nikmatnya makin bertambah...
Penjual Nasi Ayam Simpang Lima

Jangan heran, tusukan keong, usur, ati ample ini mungkin salah satu ciri khas semarang, banyak ditemukan di setiap kedai makanan.

Nasi Ayam Simpang Lima

Sate tusuk khas Semarang, bisa didapatkan dibanyak kedai makanan


Soto Khas Semarang - Pak Man 

Soto Pak Man


Ada beberapa cabang dari Soto Pak Man, salah satunya adalah di Jalan Purwosari. Ini merupakan pusatnya. Soto Semarang ini adalah soto ayam, yang penyajiannya disatukan dengan nasi putih di bagian bawahnya.

Soto Pak Man
Posrinya yang tidak terlalu banyak, disajikan dalam mangkuk yang juga tidak terlalu besar.. Lapisannya terdiri dari Nasi Putih, Bihun, Ayam, dan dilengkapi dengan bawang goreng, daun bawang dan potongan tomat segar.. Jangan lupa ditambahkan dengan sambal dan juga perasan jeruk nipis.. hmmm... Nyam nyam...


Sudah kenyang? saya beluuummm...

Tahu Pong

Banyak tempat yang menjual ini, namun yang saya kunjungi letaknya di perempatan Jalan Depok. Pedangan kaki lima yang sudah terkenal seantero Semarang.. Tempat ini pernah masuk koran lhooo.... buktinya dipajang sama si penjual di gerobaknya..

Pedagang Tahu Pong di perempatan jalan Depok 

Tahu Pong ini adalah beberapa jenis tahu yang digoreng, dilengkapi dengan bawan udang, telur bebek dimakan bersama kuah kecap dan dilengkapi dengan acar lobak putih.. biasa juga dimakan dengan nasi kalau memang laper banget.. Rasanya menurut saya sih biasa saja.. tapi apapun makanan yang digoreng kan selalu enak.. :)

Tahu Pong
Lumpia Semarang Gang Lombok

Ke Semarang itu gak ada artinya kalau gak makan lumpia.. bener gak? Lumpia basah atau kering tergantung selera.. Banyak sekali penjual lumpia di Semarang (ya iyalahhh....). Yang saya coba ini menurut rekomendasi dari teman saya, yaitu Lumpia Gang Lombok. Katanya sih ini lumpia yang paling enak disemarang.. Tempatnya agak terpencil, disebuah gang. Tokonya juga tidak terlalu besar.. tapi jangan salah.. omzetnya mungkin luar biasa.. kesorean sedikit katanya sih sudah habis..

Lumpia Semarang - Gang Lombok

Harga satuannya cukup mahal, Rp. 10.000. Lumpia dengan isi khas Semarang yaitu telur, daging dan rebung ini menjadi makanan yang tidak bisa tidak harus dicoba.Oya, Lumpia Semarang ini sebenarnya halal, namun yang saya dengar (dari supir mobil sewaan saya) lumpia gang lombok ini salah satu yang menggunakan pork. katanyaa....

Lumpia Semarang - Gang Lombok

Oleh-Oleh

Oleh-oleh khas semarang juga sebenarnya cukup beragam, namun yang kali ini saya bawa adalah Bandeng presto.. Yang terkenal bermerek Juwana. Letak tokonya di Jalan Pandanaran, salah satu jalan utama di Semarang yang tidak terlalu jauh dari kawasan Simpang Lima..

foto sumber : jajanankuliner.net


Ada beberapa jenis Bandeng Presto yang bisa dibawa. masing-masing punya ketahanan simpan yang berbeda-beda.. Bandeng Presto yang biasa tahan 2 hari di perjalanan dan 5 hari di dalam kulkas. Kalau perlu yang tahan sampai 3 bulan, bisa mencoba Bandeng Presto dengan packaging vacuum.

sumber foto : http://www.bistip.com/items/79-bsv1-get-bandeng-presto-juwana-from-semarang 

Monday, July 2, 2012

Kuliner Bandung (2)

Ke bandung lagi.. kuliner lagi.... *gendut!!! lupakan!!

hehe..

Kali ini saya akan mengajak kamu untuk mengunjungi beberapa tempat..

SUGARUSH 

Letaknya ada di jalan Braga, jalan yang penuh dengan kenangan masa lalu.. sebenernya sudah lama jalan ini mulai terbengkalai.. namun beberapa waktu lalu, jalan ini mulai dikembangkan kembali dengan tampak sudah berdiri sebuah mall yang tidak terlalu besar yaitu Braga CityWalk, dilengkapi dengan hotelnya.. kemudian muncul juga beberapa kafe yang melengkapi keberadaan Braga PErmai yang memang sudah hadir dari jaman dahulu..

jalan ini sebenarnya bisa menjadi sebuah tempat yang menarik untuk wisatawan, hanya saja pemerintah kota harus berusaha dari awal untuk menjaganya, seperti membersihkan area dari gelandangan yang tidur-tiduran di jalan, menjaga keamanan karena banyak sekali anak-anak muda yang "nongkrong" sambil minum-minuman keras..

Begitu masuk ke sugarush, kita di hadapkan dengan suasana yang menyenangkan.. saya pribadi suka dengan dekorasinya.. nuansa hitam dengan lampu-lampu spot kuning selalu membuat ambience yang berebeda.. yang unik sebenarnya adalah hiasan lampu antik yang banyak di pasang di atap cafe.. saya sampai berpikir, apakah mungkin sebelum menjadi cafe tempat ini adalah toko lampu :)

Suasana di Sugarush!

Nah... kurangnya dari tempat ini adalah.... kursinya kurang nyaman untuk ukuran kafe.. berasanya tuh gak mau duduk lama-lama... *apa memang sengaja?? selain itu, bagian belakang deket toilet itu koq kayaknya gak didekor sesuai konsep depan, kesannya hanya pelengkap saja..

Red Velvet - Sugarush!
Banyak sekali pilihan cake maupun makanan yang di sajikan di Sugarush, tapi saking saya itu korban tren.. maka yang dipilih yaaa... Red Velvet dan Rainbow Cake (bener-bener korban tren!!!)
Red Velvetnya Sugarush harus saya akui kalah enak dari Red Velvetnya Mom's Bakery yang sebelumnya pernah saya ceritakan.. rasanya agak kurang gimanaaaaa gitu...

Sementara untuk Rainbow Cakenya saya akui lebih enak dari yang punyanya Hummingbirds, walaupun ini layernya hanya 5 dan bentuknya sedikit lebih berantakan.. namun rasanya pas, kemudian ditutup dengan cream yang rasanya sedikit asam..

Rainbow Cake - Sugarush!

Over all rasanya cukup menyenangkan berasa disana, lain kali mungkin saya akan coba menu lainnya.. oya, soal harga, Sugarush ini bersaing loh.. harga satu potong cakenya rata-rata cuman 20.000 an saja.. cukup recomended lah untuk nangkring di Bandung..


AYAM GORENG OLIE & MIE SANTOSA

Kuliner yang ini berasa di pinggir jalan tepatnya di jalan Padjajaran.. secara suasananya sih tidak ada bedanya dengan pedagang kakli lima lainnya..

Ayam Goreng Olie!
  Silahkan pilih sendiri apa yang diinginkan.. nanti mbak nya tinggal goreng aja.. ada ayam bumbu kuning, ayam bumbu kecap, limpam telur, tahu, tempe, layaknya tempat makan ayam goreng yang lainnya.. rasanya sih standar, tidak ada yang spesial dari ayam goreng ini, yang aneh mungkin namanya, dinamakan ayam goreng Olie katanya sih karena bukanya di  depan bengkel mobil... yahhh.. asal jangan bumbunya pake olie aja yaaa...

Menjadi satu lapak dengan ayam goreng Olie ini adalah SANTOSA, menyediakan makanan sejenis, Mie kuetiaw dan bihun baik yang goreng, kuah atau sirem.. ada juga pu yunghay dan capcay.. untuk pelengkap mie nya bisa dipilih mau ayam atau daging babi.. tergantung selera..
Santosa, dulu di jalan Aceh, pindah ke Padjajaran
Harganya cukup terjangkau, 20.000 saja untuk satu piring mie atau bihun atau kwetiau. Rasanya enak tipikal chinesse food lah.. recomended buat yang suka makan mie atau kwetiaw, namun untuk bihunnya, kali itu saya pesan agak sedikit kurang bumbu..
Kwetiaw




BAKMI APIN 

Terletak di sebuah teras dari sebuah Factory Outlet di jalan Sukajadi.. Bakmi Apin ini katanya sih menjadi salah satu favorit mie di bandung.. mari lah kita coba..

Suasana Bakmi Apin
Hot Mie
Saya sendiri sih gak terlalu suka yaaaa... rasa mie nya sebenarnya cukup lembut.. namun standard banget untuk ukuran mie di bandung... ayam nya yang dibentuk seperti abon buat saya malah bikin saya lebih gak suka lagi dengan mie ini.. kuah baksonya, seperti kaldu dari kaldu instant dan baksonya pun seperti bakso yang bisa di dapatkan di supermarket.. maaf.. tapi yang mie yang ini sih saya passs...


Jus Strawberry
Selain mie nya, tempat ini juga katanya terkenal dengan jus strawberrynya.. dengan gelas plastik (seukuran gelas air mineral kecil) jus strawberry ini tampil sederhana dengan rasa yang kaya akan susu.. saya sih menebak jus ini juga terdiri dari ice cream vanila dan susu kental manis.. soalnya rasanyaaaaa susu bangettt...





GLOSSIS GRILL & BAR

Glossis Grill & Bar yang terletak di jalan Hegarmanah ini sudah ada semenjak saya SMA yang berati sekitar 10 tahun lalu.. sudah lama saya tidak kesini, yang pasti suasananya sudah menjadi lebih modern. Dekorasi yang simple dengan ruang outdoor di bagian belakang dan satu tempat untuk keperluan acara group di sebelah samping.


Suasana resto

Kali ini saya pesan American Mix Grill dan Smoked Pork Chop.
Smoked Pork Chop

Smoked pork chop ini rasanya sebenernya lumayan.. cuman agak asin di bagian dagingnya.. tapi overall oke lahh..

American Mix Grill

Soal penampilan.. gak ada masalah.. soal rasa.. tunggu dulu!!!

Saya punya masalah dengan standarisasi dalam sebuah restoran, keitika kita memesan dua menu yang sama tentunya kita mengharapkan semua nya seragam mulai dari bentuk, rasa, jenis dan sebangainya. namun kali ini saya dikecewakan dengan standar dari restoran ini. Saya memesan 2 American Mix Grill.. namun saya mendapatkan dua piring yang berbeda isinya.

Piring yang pertama terdiri dari : Sosis, Pork,Chicken, Bacon plus kentang dan sayuran
Piring yang kedua terdiri dari  : Sosis, Beef, 2 Chicken, Bacon plus kentang dan sayuran
ketika saya protes, yang dilakukan adalah : menambahkan sepotong beef dipring pertama.. done! piring yang kedua tidak di revisi.. anehh!!!

Soal rasa juga saya dikecewakan, daging ayam dan pork yang disajikan begitu keras, mungkin karena saking tipisnya.. saya tahu bahwa daging ayam dan pork harus disajikan matang, tidak boleh medium, namun mungkin karena saking tipisnya mengakibatkan daging ayam dan proknya keras seperti sendal jepit!

Kemudian beefnya.. setahu saya, direstoran steak itu, kita ditanya beefnya mau matang, medium atau rare? nah ini sih saya gak ditanya.. pokoknya dapat beef matang yang juga agak keras..

Soal harga sebenarnya cukup murah untuk ukuran steak, American Mix Grill ini di banderol seharga Rp. 65.000, namun kalau standarnya seperti itu sih saya mungkin berpikir ulang untuk balik lagi..



INDISCHETAFEL  

Tempat terakhir kali ini adalah Indischetafel, yupp... dari namanya yang ke belanda-belanda an, sudah ketebak kan jenis resto seperti apa ini..

Tampak depan
 Bangunan tua di jalan Sumatra ini sudah tampak berbeda dari bangunan-bangunan modern di sekitarnya.. begitu masuk, suasana jaman kolonial atau jaman dahulu makin terasa dengan terdengarnya lagu-lagu dari masa lalu... ditambah lagi dengan detail-detail ornamen kuno seperti radio kuno, teropong kuno, lemari dan perlengkapan makan kuno, serta kursi-kursi dengan bentuk jaman dahulu.. Mungkin kalau pernah berkunjung ke Dapur Babah akan merasakan sedikit kemiripan, walaupun kalau Indischetafel ini nuansanya lebih terang.
Ruang makan
Ornamen kuno
  
Untuk makanannya secara keseluruhan cukup rekomended dengan harga yang juga masih reasonable.. Dibuka dengan Tahu Garam dan Cabai yang lembut dan rasanya menyenangkan di lidah, cukup untuk membuat perut anda mulai berteriak meminta yang lain..

Tahu Garam Cabai
 Untuk makanan utama nya, banyak pilihan yang bisa di pilih tentunya dengan nama menu yang berasal dari Bahasa Belanda.. tapi jangan kawatir.. di menu nya juga ada penjelasan koq mengenai makanan apa yang dimaksud.. Mulai dari yang tradisional Indonesia sampai yang berciri khas Belanda lengkap disajikan di sini.. 


Nasi Pedas Pedas
Nasi Pedas-Pedas ini sebenarnya adalah nasi putih dengan buntut masak cabai.. Buntut yang lembut ditambah dengan sambal yang pedas cukup membuat kita sedikit berkeringat waktu memakannya.. nilainya 80 dari 100. Harganya Rp.45.000 saja


Nasi Handjuang
Nah kalau yang ini namanya Nasi Handjuang.. Nasi beraroma yang dibakar di dalam daun, dilengkapi dengan ayam bakar bumbu kecap, sayur labu siam, perkedel dan rempeyek.. Yang istimewa dari makanan ini adalah nasi beraromanya.. seperti nasi uduk / nasi liwet namun lebih berbau rempah-rempah.. sisanya sig biasa saja.. Nilainya 60 dari 100. Harganya Rp.35.000


Poffertjes with ice cream
Sebagai penutup, rekomendasi saya adalah Poffertjes with ice cream.. bola-bola terigu hangat dengan taburan gula halus di padu dengan ice cream pilihan anda (bisa coklat, strawberry, vanila atau lemon) menjadi pilihan yang manis untuk menutup makan malam.. kali itu saya pilih ice cream lemon yang agak asam untuk menetralisir rasa manis dari poffertjes..


Rasanya menyenangkan makan disini, apalagi kalau sambil ditemani noni-noni Belanda