Wednesday, June 27, 2012

Tidung Island - Sekali (saja) Seumur Hidup

Akhir-akhir ini banyak sekali paket pilihan wisata yang mengajak kita mengunjungi pulau-pulau yang berada di sekitar kawasan teluk jakarta dan sekitarnya..

Nah, kali ini saya ingin mengajak anda semua untuk mengunjungi salah satu pulau yaitu pulau Tidung.. Pulau Tidung sendiri berasa di suatu wilayah di Kab Adm Kepulauan Seribu di Perairan Teluk Jakarta. Terdiri dari 2 pulau yaitu Pulau Tidung Kecil dan Pulau Tidung besar yang dihubungkan dengan Jembatan Cinta #eaaaaa... :)

Sewaktu saya browsing di internet, sepertinya indah sekali...


ini gambar yang saya dapetin di internet


Seperti pulau-pulau lainnya, paket yang ditawarkan biasanya terdiri dari penginapan, makan selama berada disana, ada juga watersport seperti banana boat, snorkling, dan lain-lain.Kita juga bisa bersepeda mengelilingi pulau.


Paket perjalanan saya berangkat dari Muara Angke, terdapat 2 pilihan kapal, yaitu Kapal Feri biasa atau yang lebih bagus (Citra Jet - Ber AC dan lebih cepat). Kami memutuskan untuk meng-upgrade kapal kami dikarenakan saat itu kami membawa anak kecil dan orang tua serta ingin lebih cepat tiba. Namun sedikit mengecewakan bahwa kapal feri yang kami tumpangi "parkir" cukup jauh dari tempat keberangkatan, sehingga kami harus melompati beberapa kapal feri lainnya sebelum mencapai kapal kami, bisa dibayangkan bagaimana repotnya kami yang membawa anak kecil, orang tua dan juga tas pakaian.

Citra Jet - feri dari Muara Angke ke Pulau Tidung

Sepertinya sih ada pilihan lebih baik yaitu dengan berangkat menggunakan speedboat dari Ancol, dengan harga yang tentunya lebih mahal, namun sayangnya pihak tour yang kami gunakan tidak menginformasikan hal tersebut.

Hampir 2,5 jam perjalanan kami menuju ke pulau Tidung, kondisi kapal yang tidak terlalu bagus, kondisi ombak membuat beberapa orang di dalam kapal mengalami mabuk laut, termasuk dua keponakan saya.

Jam 11:30 Sampai dipulau tidung, kami langsung menuju ke tempat penginapan kami. Disini, tidak tersedia hotel atau penginapan, melainkan rumah-rumah penduduk yang disewakan. Biasanya satu rumah bisa diisi oleh maksimal 15 orang, kasur disebar dibeberapa tempat selain dikamar juga di ruang keluarga. Rumah yang saya tempati cukup bersih, walaupun senpat mati lampu dikarenakan top up listriknya yang tiba-tiba habis.
Ruang tamu guest house kami

Kamar, dapur, dan kasur di deket dapur :)


Sesampainya di rumah penginapan, kami sudah disambut dengan makan siang yang sudah disiapkan, makanannya sederhana seperti masakan rumah pada umumnya, namun rasanya cukup enak.menunya pasti berbeda-beda setiap harinya, siang itu kami disuguhi, ikan bumbu kuning, sop dengan bakso, perkedel juga dilengkapi dengan kerupuk dan buah semangka.
Makan siang


Kira-kira jam 12:30 kami dijemput oleh guide kami untuk mengunjungi 3 pulau kecil disekitarnya dan ber-snorkling.. kurang lebih 45 menit perjalanan kami mulai aktifitas snorkling pertama kami. tidak terlalu banyak ikan terlihat dan juga karang-karangnya lebih banyak karang yang mati..
Kapal tradisional untuk snorkling ke 3 pulau


Begitupun ketika kami berpindah ke pulau lainnya, kondisi ikan dan karangnya juga sama. Di kedua pulau itu, kami tidak merapat melainkan hanya berada dekat untuk snorkling, sementara dipulau yang ketiga kapal kecil kami merapat, dan kami bisa mengunjungi pulau tersebut. Dipulau ini, kita bisa berenang di pantai atau jika lapar bisa juga jajan-jajan es kelapa, bakso, mie ayam dan lainnya. lumayan lah buat ganjel-ganjel perut..

Snorkling

Jam setengah 6 sore, kami sudah kembali ke pulau Tidung untuk beristirahat dan makan malam. makan malamnya juga merupakan masakan rumah yang sederhana, kali itu terdiri dari ayam goreng, sayuran, kerupuk dan buah pisang..

Untuk yang masih belum capai, anda bisa menggunakan sepeda yang juga sudah termasuk dalam paket untuk berkeliling ke sekitar pulau, mungkin anda akan menemukan sesuatu yang menarik. Bagi yang suka berbelanja souvenir, ada beberapa kios kecil yang menawarkannya.Atau anda bisa mencoba becak-motor (becak yang dikendarai motor) kalau tidak mau capai memboseh sepeda, namun transportasi ini cukup mahal, Rp. 15.000 untuk jauh dekat sekali jalan..
Sepeda sebagai transportasi wisatawan

Becak-motor

Jam 9 malam, kami dijemput untuk barbeque.. wahhh saya sudah membayangkan akan terdapat banyak sekali makanan yang dibakar seperti jagung, ikan, udang, dan lain-lain.. dan ternyata saya agak kecewa :( kami berkumpul di suatu lapangan kemudian duduk dengan alas terpal, dan kami disuguhkan ikan bakar dengan ukuran 1 orang, dan 2 tusuk cumi yang dipotong kotak-kotak dan telah dibakar, keduanya bisa dimakan dengan bumbu kecap cabai.. Wahh, ini sih namanya makan ikan dan cumi bakar, bukan barbeque seperti yang saya bayangkan..

Pagi harinya sebelum kembali ke Jakarta, kita bisa melakukan satu aktifitas lainnya yaitu banana boat, atau berjalan-jalan di sekitar Jembatan Cinta (yang menghubungkan pulau Tidung Besar dan Kecil), nah disini baru terdapat sedikit pantai..
Si Jembatan Cinta yang terkenal
Seperti Cinta, jembatan ini juga tidak mulus, ada putusnya :)
Tidung Kecil

Jembatan Cinta-nya sendiri juga tidak sebagus yang ada di foto pada brosur, banyak bagian yang sudah rusak dan agak tidak terawat..

Kurang lebih pukul 10:30, kapal feri kami berangkat untuk kembali ke Jakarta..

Secara keseluruhan, perjalanan saya kali ini ke pulau Tidung kurang membawa kesan yang menyenangkan.. kalau anda tanya saya bagaimana dengan pulau Tidung? jawaban saya mungkin.... "Hmmm... pengalaman yaa.. tapi kalau mesti balik lagi sih... tunggu dulu dehh...cukup sekali aja "



No comments:

Post a Comment